Header Ads

Panduan Pengamatan Planet Tata Surya Sepanjang Juni 2017

Kredit foto: Pexels.com
Info Astronomy - Tiga dari lima planet terang di Tata Surya bakal bisa diamati sepanjang bulan Juni 2017. Mereka adalah Venus, Jupiter, dan Saturnus. Jupiter muncul mulai senja hari hingga tengah malam, Saturnus pun demikian, sementara Venus baru terbit di kala sahur. Lalu, ke mana Merkurius dan Mars?

Merkurius dan Mars tampaknya akan sulit ditemukan sepanjang bulan ini. Mars bulan ini hampir berada di titik konjungsi terhadap Matahari, sehingga dalam pandangan dari Bumi ia akan "tenggelam" dalam silau Matahari.

Merkurius pun yang merupakan planet dalam sebenarnya hampir tak pernah mudah diamati di langit Bumi. Sepanjang Juni ini, ia berayun melalui sinar Matahari dalam peristiwa konjungsi inferior, sehingga planet terkecil di Tata Surya ini bakal bertransisi dari langit dini hari ke langit senja.

Sebelumnya kita cari tahu dulu, mengapa kita bisa mengamati planet padahal mereka katanya tidak memancarkan cahaya sendiri? Jangan lupa, yang kita amati adalah planet-planet anggota Tata Surya, mereka mengorbit Matahari sama seperti Bumi, sehingga cahayanya merupakan cahaya pantulan dari cahaya Matahari. Jadi, mirip seperti asal-muasal cahaya Bulan.

Penjelasan Mendalam

Jupiter masih merajai langit malam. Sejak mencapai titik oposisinya terhadap Matahari pada 7 April 2017, planet terbesar di Tata Surya kita tersebut kini berada di seberang Matahari seperti yang terlihat dari Bumi, sehingga ia dapat muncul di langit Bumi kita semalaman.

Jupiter merupakan benda langit paling terang ketiga di langit malam setelah Bulan dan Venus. Pada bulan Juni, Jupiter bersinar sejak senja sampai setelah tengah malam. Anda bisa menemukan Jupiter tinggi di langit timur saat Matahari terbenam.

Dalam pandangan mata telanjang, Jupiter akan tampak bagai bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip. Anda butuh teleskop untuk mengamatinya lebih detail lengkap dengan empat satelit alami terbesarnya dan garis-garis awan badai di atmosfernya.

Belum bisa menemukan Jupiter? Pada 4 Juni 2017, Jupiter akan berkonjungsi dengan Bulan. Ini adalah kesempatan terbaik untuk menjadikan Bulan sebagai pemandu untuk menemukan Jupiter:

Konjungsi Bulan dengan Jupiter. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Saturnus di seberang Matahari, terlihat semalaman. Setali tiga uang dengan Jupiter, Saturnus bakal terlihat sepanjang malam selama bulan Juni 2017. Hal ini terjadi karena planet bercincin tersebut mencapai titik oposisinya terhadap Matahari pada 15 Juni 2017 mendatang.

Pada saat oposisi, kedudukan Bumi di bidang orbit Tata Surya akan berada di antara Matahari dan Saturnus. Hal itu menyebabkan planet Saturnus akan berada di jarak paling dekat dengan Bumi untuk tahun ini, sehingga ia bakal bersinar terang di langit malam Bumi kita dan terlihat sepanjang malam.

Dengan kata lain, ini adalah bulan yang bagus untuk mengamati Saturnus!

Saturnus akan terbit sekitar satu jam setelah Matahari terbenam pada awal Juni 2017. Ia akan terbit dari langit timur dalam pandangan dari Indonesia. Pada akhir bulan, Saturnus akan berada tepat di atas cakrawala timur begitu Matahari terbenam.

Oposisi Saturnus, 15 Juni 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Saturnus sendiri merupakan anggota planet Tata Surya terjauh yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Sayangnya, dalam pandangan mata telanjang, Saturnus hanya akan tampak bagai bintang berwarna keemasan yang tidak berkelap-kelip.

Untuk melihat cincin cantik Saturnus, Anda memerlukan setidaknya sebuah teleskop kecil. Sebuah teleskop juga akan membuat Anda tidak hanya melihat Saturnus lengkap dengan cincinnya, melainkan bersama dengan beberapa satelit alami terbesarnya, salah satunya adalah Titan.

Venus yang sangat terang di timur pada sebelum fajar. Venus selalu muncul terang dan cantik, ia menjadi objek langit paling terang setelah Matahari dan Bulan. Planet ini bisa diamati di kala sahur hingga menjelang Matahari terbit. Jadi, setelah sahur, pastikan Anda mengamati langit timur, sebab Anda akan menemukan Venus di sana.

Pada awal-awal Juni 2017, Venus akan mencapai sudut elongasi terjauh dari Matahari di langit Bumi kita. Jadi bila Anda mengamatinya lewat teleskop, Anda akan melihat Venus dalam fase sepauh diterangi sinar Matahari, persis seperti Bulan yang berada di fase kuartal pertama.

Venus di langit sebelum Matahari terbit. Ungasan, Bali. 2017. Kredit: Sandi Astina Putra
Planet Venus akan sangat mudah ditemukan bahkan bila Anda belum pernah mengamatinya sama sekali. Tanpa teleskop, Anda akan melihat Venus yang muncul mirip bintang namun sangaaaaaaaaaat terang, lebih terang daripada bintang-bintang sejati di sekitarnya.

Mars yang memudar. Mars telah muncul sangat terang dalam waktu yang lama di langit malam Bumi kita. Namun, pada akhir Mei dan awal Juni 2017, Planet Merah kian memudar. Hal ini terjadi karena Mars dalam orbitnya bergerak semakin dekat ke Matahari terbenam hari demi hari. Ia akan benar-benar hilang di balik silau Matahari pada bulan ini.

Karena Bumi bergerak lebih cepat di orbitnya daripada Mars, jarak Bumi dari Mars meningkat dari hari ke hari. Jadi, ada dua alasan mengapa Mars menghilang pada bulan ini. Pertama, jaraknya semakin jauh dari Bumi sehingga kecerahan Mars semakin berkurang. Kedua, Mars terbenam lebih cepat bahkan sebelum Matahari terbenam.

Setelah bulan Juni, Mars tidak akan terlihat lagi di langit Bumi selama beberapa bulan ke depan. Ia akan berada dalam titik konjungsi terhadap Matahari, berada di belakang Matahari dalam pandangan dari Bumi.

Tapi jangan bersedih, Mars akan kembali muncul di langit timur sebelum fajar tiba pada akhir September atau Oktober 2017 mendatang. Konjungsi Mars dan Venus pada tanggal 5 Oktober 2017 akan menjadi sebuah "come back" planet Mars di langit malam Bumi.

Merkurius hilang dalam silau Matahari. Walaupun cukup sulit, Merkurius sebenarnya bisa terlihat di langit timur menjelang Matahari terbit selama minggu pertama bulan Juni. Anda bisa mencari Merkurius yang rendah di atas cakrawala timur, tepat di bawah Venus.

Merkurius itu rumit. Jika Anda melihat terlalu cepat sebelum Matahari terbit, Merkurius masih berada di bawah cakrawala; Tapi jika Anda terlambat melihatnya, ia sudah hilang dalam silau arunika, atau cahaya pertama dari terbitnya Matahari pagi.

Merkurius yang berada di bawah Venus. Kredit: Stellarium/InfoAstonomy
Sepanjang bulan Juni, Merkurius akan semakin dekat sudut elongasinya terhadap Matahari dari hari ke hari. Merkurius bakal melewati Matahari pada tanggal 21 Juni 2017 sehingga ia akan beralih dari langit pagi ke langit senja. Setelah 21 Juni, kita bisa menemukan Merkurius di langit barat setelah Matahari terbenam.

Nah, itulah panduan pengamatan planet-planet Tata Surya sepanjang bulan Juni 2017 ini. Kemunculan planet-planet ini bukanlah pertanda hal negatif, karena memang selalu terjadi sejak awal peradaban manusia muncul.

Selamat berburu planet!


Sumber: EarthSky, AstroPixels.com.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.