Header Ads

Nebula Bumerang, Objek Terdingin Sejagad yang Pernah Diketahui

Nebula Bumerang. Kredit: ALMA/ESO/NAOJ/NRAO
Info Astronomy - Apa objek paling dingin di alam semesta? Sejauh ini, objek tersebut merupakan sebuah nebula. Baru-baru ini, sekelompok astronom menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) telah berhasil memecahkan misteri objek terdingin tersebut.

Nebula terdingin yang secara resmi dikatalogkan sebagai LEDA 3074547 dan dijuluki sebagai Nebula Bumerang ini merupakan nebula planeter yang terbentuk dari sebuah bintang raksasa merah yang sekarat. Tapi, tahukah Anda mengapa nebula ini dianggap sebagai objek terdingin sejagad?

Nebula Bumerang terbentuk dari aliran gas yang berasal dari bintang yang terletak pada intinya. Gas bergerak keluar pada kecepatan 164 km/detik dan meluas dengan cepat ketika bergerak ke angkasa. Perluasan ini diakibatkan oleh suhu nebula yang sangat rendah. Namun, bagaimana bintang ini bisa membuat nebula sangat dingin telah menjadi misteri selama lebih dari dua dekade.

Menurut para astronom yang telah melakukan riset lebih dari sepuluh tahun menggunakan ALMA, jawaban mengapa nebula ini sangat dingin adalah disebabkan oleh adanya sebuah bintang pendamping kecil yang terjun ke jantung bintang raksasa merah. Peristiwa tersebut menyebabkan pelontaran sebagian besar material bintang raksasa merah sebagai aliran gas dan debu yang sangat dingin.

Lontaran material dari bintang raksasa merah ini membentuk awan gas dan debu yang berkembang dengan sangat cepat sehingga suhunya turun hingga kurang dari minus 458,5 derajat Fahrenheit, atau sekitar minus 272,5 derajat Celcius, lebih dingin dari benda apapun di alam semesta sejauh ini.

Observasi ALMA memungkinkan para astronom untuk mengungkap misteri ini dengan memberikan perhitungan tepat dari tingkat, usia, massa, dan energi kinetik pada Nebula Bumerang.

"Data baru ini menunjukkan kepada kita bahwa sebagian besar atmosfer teratas dari bintang raksasa merah raksasa tersebut telah meledak ke luar angkasa dengan kecepatan yang jauh melampaui kemampuannya," kata pemimpin utama studi ini, Dr. Raghvendra Sahai, seorang astronom di Laboratorium Propulsi Jet NASA. "Itulah mengapa suhunya bisa sangat dingin."

"Satu-satunya cara untuk mengeluarkan begitu banyak massa dan pada kecepatan ekstrim seperti itu hanya dapat berasal dari energi gravitasi dua bintang yang saling berinteraksi," tambah Dr. Sahai.

Juga dikenal sebagai Nebula Bow Tie dan Nebula Bipolar Centaurus, nebula ini terletak pada jarak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Centaurus.

Ketika nebula pertama kali diamati pada tahun 1995, para astronom mencatat bahwa ia menyerap cahaya Latar Belakang Gelombang Mikro Kosmis, cahaya masa lalu yang dihasilkan saat alam semesta masih terasa panas dan padat, 380.000 tahun setelah Big Bang.

Namun, menurut Dr. Sahai, kondisi dinginnya Nebula Bumerang bagaimanapun tidak akan berlangsung lama. Bahkan sekarang ini, Nebula Bumerang perlahan memanas.

"Kami melihat benda luar biasa ini berada pada periode kehidupan yang sangat istimewa dan sangat singkat," kata salah satu astronom yang ikut dalam penelitian, Dr. Lars-Åke Nyman seorang astronom di Observatorium ALMA di Santiago, Cile. "Mungkin saja benda-benda seperti ini cukup umum di alam semesta, dan mereka hanya bisa mempertahankan suhu ekstrem seperti itu dalam waktu yang relatif singkat."


Penelitian ini telah diterbitkan dalam The Astrophysical Journal.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.