Header Ads

Dua Satelit Alami Baru Milik Planet Jupiter Berhasil Ditemukan

Jupiter dan satelit-satelitnya (bukan satelit yang baru ditemukan). Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Terpisah pada jarak hanya beberapa kilometer, sepasang satelit alami baru berhasil ditemukan mengorbit planet Jupiter, menjadikan sang raja planet di Tata Surya ini kini memiliki jumlah satelit alami total 69 buah.

Dua satelit alami ini ditemukan oleh seorang astronom Scott Sheppard  dari Carnegie Institution for Science. Oleh Minor Planet Center, kedua satelit tersebut secara resmi dikatalogkan sebagai S/2016 J1 dan S/2017 J1 ("S" untuk Satelit dan "J" untuk Jupiter).

Karakteristik Orbit

Citra pertama dari penemuan S/2016 J1. Kredit: Scott Sheppard
S/2016 J1: Sheppard menemukan satelit alami kecil ini selama pengamatan langit yang dilakukan pada tanggal 8 Maret 2016 dengan teleskop reflektor Magellan-Baade 6,5m di Observatorium Las Campanas di Cile.

Dari pengamatan awal, Sheppard melanjutkan pengamatannya selama beberapa bulan berikutnya. Hasilnya pun diketahui bahwa S/2016 J1 berjarak rata-rata sekitar 20.600.000 km dari Jupiter, orbitnya memanjang 140° dengan eksentrisitas 0,14. S/2016 J1 membutuhkan waktu sekitar 1,65 tahun untuk sekali mengorbit planet raksasa gas ini.

Meskipun Sheppard pertama kali melihat bulan ini tahun lalu, orbitnya tetap tidak pasti sampai ia menelitinya bersama dengan David Tholen, astronom dari Universitas Hawaii dan Chadwick Trujillo dari Universitas Arizona Utara. Selama sekitar enam minggu, ketiga astronom ini mengamati S/2016 J1 dengan teleskop Subaru 8,2 m di Mauna Kea, Hawaii untuk mempelajari orbitnya.

Citra pertama dari penemuan S/2017 J1. Kredit: Scott Sheppard
S/2017 J1: Setelah berhasil mengidentifikasi karakteristik orbit S/2016 J1, Sheppard dan Trujillo justru mencatat penemuan baru berupa satelit alami lainnya pada tanggal 23 Maret 2017. Kali ini, penemuan S/2017 J1 menggunakan teleskop reflektor Victor Blanco 4m yang berada di Observatorium Cerro Tololo Inter-America di Cile.

S/2017 J1 juga berada pada jarak yang cukup jauh dari Jupiter, yakni terletak pada jarak rata-rata 23.500.000 km. Orbit S/2017 J1 juga sangat memanjang sekitar 149° dengan eksentrisitas 0,40. Dengan begitu, S/2017 J1 membutuhkan waktu 2,01 tahun untuk sekali mengelilingi Jupiter.

Kedua satelit alami baru ini, seperti sebagian besar satelit-satelit alami yang mengitari Jupiter, menempati orbit retrograde, dengan kecenderungan orbit yang lebih besar dari 90°, yang berarti bahwa mereka bergerak berlawanan dengan arah rotasi planet Jupiter.

Orbit yang jauh dan tidak beraturan ini menyiratkan bahwa satelit-satelit tersebut terbentuk dari tempat berbeda dengan Jupiter lalu terperangkap oleh gravitasi Jupiter. Menariknya, kedua satelit alami baru ini berjarak tak saling berjauhan, hanya sekitar 1 hingga 2 kilometer saja.

Menurut sebuah perhitungan orbital yang diterbitkan pada bulan April oleh Marina Brozović dan Robert A. Jacobson dari Laboratorium Propulsi Jet NASA, ada setidaknya 11 satelit alami yang memiliki orbit tak beraturan yang dimiliki Jupiter.

Selamat atas bertambahnya keluarga baru, Jupiter!


Sumber: Sky and Telescope, Carnegie Science, AstroBob

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.