Header Ads

NASA Akan Kirim Astronot ke Bulan untuk Misi Setahun Penuh

Ilustrasi misi setahun penuh di orbit Bulan. Kredit: NASA
Info Astronomy - Dalam rangka menyiapkan misi pendaratan manusia di planet Mars, NASA mengatakan mereka masih membutuhkan lebih banyak riset dan penelitian. Dan karena itulah, NASA memiliki rencana baru untuk mengirim astronot ke orbit mengelilingi Bulan dulu sebelum ke Mars.

Manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan pada tahun 1972. Namun, misi ke Bulan kali ini tidak akan mendarat, melainkan menempatkan manusia di dalam wahana antariksa yang akan berada di orbit cislunar (antara Bulan dan Bumi). NASA beranggapan, cisluar menjadi situs pengujian penting dan "landasan peluncuran" untuk mencapai Mars di tahun 2030-an.

Misi tersebut akan berlangsung pada akhir 2020-an, dan akan menjadi sebuah kesempatan bagi NASA untuk menguji wahana antariksanya untuk misi ke Mars, Deep Space Transport (DST). Nantinya, beberapa astronot akan menghabiskan satu tahun penuh di dalam DST sambil mengorbit Bulan.

DST sendiri telah mencakup habitat atau tempat tinggal bagi para astronot, mirip Stasiun Luar Angkasa Internasional namun lebih kecil dan praktis.

"Jika kita bisa melakukan misi berawak sepanjang tahun di cislunar dengan DST, kami yakin kita akan cukup tahu bagaimana baiknya mengirim manusia ke Mars dengan DST lalu kembali lagi ke Bumi," kata Greg Williams, perwakilan NASA yang menjelaskan misi ini pada Humans to Mars Summit di Washington DC, AS beberapa hari yang lalu.

Rencana NASA sebelum mendaratkan manusia di Mars. Kredit: NASA
Kami belum tahu persis seperti apa detail misi cislunar ini. Tapi intinya rencana NASA adalah mengirim wahana antariksa berawak ke orbit sekitar Bulan selama setahun penuh. Sementara itu, nantinya para astronot yang ambil bagian dalam msi ini akan ditugaskan untuk menguji DST tersebut sebelum mencoba perjalanan penuh ke Mars.

Selain menciptakan DST, NASA juga akan membangun Deep Space Gateway (DSG). Seperti yang telah diumumkan NASA sebelumnya, DSG yang nantinya mengorbit Bulan dibangun untuk dapat digunakan sebagai tempat peluncuran misi ke luar angkasa yang lebih jauh, termasuk perjalanan ke Mars.

Dengan menggunakan roketnya yang paling kuat, Space Launch System (SLS), NASA ingin mulai mengalihkan atau mengirimkan perangkat-perangkat keras ke luar angkasa pada awal tahun depan. Sehingga nantinya peluncuran wahana antariksa tidak dari Bumi lagi, melainkan dari DSG.

Akankah misi NASA yang ambisius ini berhasil? Bagi kita mungkin memang tampak ambisius dan mustahil dilakukan, namun bagi Amerika Serikat dengan teknologinya yang sudah lebih maju, misi ke Bulan dan bahkan Mars adalah sebuah prioritas utama.


Sumber: IFLScience, Space.com.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.