Header Ads

Mengapa Panas Matahari Bisa Merambat di Ruang Vakum?

Matahari dalam panjang gelombang inframerah. Kredit: NASA/SDO/SOHO
Info Astronomy - Seperti diketahui, luar angkasa adalah ruang vakum yang hampir sempurna; Jadi, bagaimana panas dari Matahari dapat merambat sampai ke Bumi di ruang vakum ini? Apakah panas memang membutuhkan media untuk perambatan? Kami akan coba menjelaskannya secara ilmiah di artikel ini.

Sebenarnya, jawabannya cukup sederhana: panas merupakan bentuk energi yang dilepaskan dari sinar Matahari dan perambatannya dilakukan melalui radiasi, itulah sebabnya matahari terasa panas.

Masih belum paham? Begini, Energi panas yang ada pada sinar Matahari dapat mencapai Bumi melalui proses radiasi. Radiasi adalah suatu proses perambatan energi (panas) dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang tanpa memerlukan zat perantara.

Dengan begitu, energi Matahari bisa sampai ke permukaan Bumi adalah dengan cara radiasi (pancaran), karena di antara Bumi dan Matahari terdapat ruang hampa (tidak ada zat perantara). Contoh perpindahan panas secara radiasi misalnya adalah pada waktu kita mengadakan kegiatan api unggun.

Saat kita berada di dekat api unggun, badan kita terasa hangat karena adanya perpindahan panas dari api unggun ke tubuh kita melalui proses radiasi. Walaupun di sekitar kita terdapat udara yang dapat memindahkan panas secara konveksi, tetapi udara merupakan penghantar panas yang buruk (isolator).

Dalam proses radiasi, panas berpindah dalam bentuk cahaya, karena cahaya dapat merambat dalam ruang hampa udara, maka panas dari Matahari pun dapat merambat dalam ruang hampa sehingga bisa menghangatkan Bumi kita.

Panas yang dipancarkan oleh Matahari sendiri merupakan akibat dari suatu proses yang sama halnya seperti yang terjadi pada sebuah bom atom. Yakni, Matahari itu mengubah zat menjadi sumber tenaga.

Hal ini berbeda dengan proses pembakaran di Bumi. Pembakaran mengubah satu zat menjadi bentuk zat yang lain. Tetapi bila zat itu diubah menjadi sumber tenaga maka hanya diperlukan sedikit sekali zat untuk menghasilkan satu jumlah tenaga yang besar.

Intinya, Matahari sebenarnya bukanlah gumpalan api besar seperti api di permukaan Bumi. Cahaya dan panas dari Matahari berasal dari reaksi fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium. Dari reaksi itulah terjadi panas dengan temperatur yang sangat tinggi, yang sering kita keluhkan di siang bolong.

Matahari pun tak membutuhkan oksigen untuk dapat menghasilkan panas karena ia tidak melakukan proses pembakaran atau bukan berasal dari reaksi oksidasi, melainkan reaksi fusi seperti yang disinggung di atas. Reaksi fusi adalah proses penggabungan dua atom yang "ringan" (hidrogen) menjadi sebuah atom yang lebih "berat" (helium).

Tubuh Matahari mengandung tekanan yang luar biasa tinggi sehingga tekanan ini memaksa dua atom hidrogen bergabung untuk membentuk atom helium. Akan tetapi, dalam proses fusi ini, tidak semua partikel atom hidrogen terpakai untuk membentuk atom helium. Sebagian dari partikel atom hidrogen lepas menjadi energi atau sumber tenaga.


Sumber: Science at NASA, ScienceABC.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.