Header Ads

Planet Venus 2.0 Ditemukan Mengorbit Sistem Kepler-1649

Baca Juga

Ilustrasi. Kredit: CfA/Dana Berry
Info Astronomy - Sebuah planet ekstrasurya baru seukuran Bumi berhasil ditemukan mengorbit sebuah bintang kerdil merah yang berjarak 219 tahun cahaya jauhnya. Namun, seukuran Bumi bukan berarti mirip Bumi. Para astronom menemukan bahwa planet ini lebih mirip dengan Venus, yang akhirnya dijuluki sebagai planet Venus 2.0.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dipublikasikan di The Astronomical Journal, para astronom memperkirakan planet Venus 2.0 yang memiliki nama resmi Kepler-1649b ini memiliki radius hanya 8 persen lebih besar dari planet Bumi kita dan mengorbit bintang induknya dalam periode di bawah sembilan hari.

Planet ini mengorbit sebuah sistem bintang kerdil merah yang bernama Kepler-1649, sebuah bintang yang lebih kecil dan redup daripada Matahari. Bintang tersebut juga memiliki radius sekitar seperempat dari radius Matahari dan suhu permukaannya kurang lebih lebih sekitar 2.900° Celcius.

Walaupun bintang induknya tidak lebih panas dari Matahari, namun planet Kepler-1649b mengorbit pada jarka yang cukup dekat dengan bintang kerdil merah Kepler-1649, sehingga ia menerima radiasi 2,3 kali lebih banyak dari radiasi yang diterima Bumi dari Matahari.

Hal tersebut membuat planet Kepler-1649b tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal. Namun planet-planet seperti ini tetap menarik untuk dipelajari. “Planet ini penting sebagai bahan belajar bagi kita dalam memahami batas-batas zona habitasi bintang kerdil M,” kata pemimpin studi Isabel Angelo dari SETI Institute.

Bintang kerdil kelas-M adalah salah satu jenis bintang yang paling umum di galaksi, sehingga pemahaman daerah kelaikhunian atau zona habitasi di sekitar bintang jenis ini cukup penting.

Walau tak laik huni, Kepler-1649b tetap menjadi planet yang paling mirip Venus yang ditemukan sampai saat ini. Di masa mendatang, menggunakan instrumen-instrumen generasi berikutnya seperti Transit Exoplanet Survey Satellite (TESS), James Webb Telescope, dan satelit Gaia diharapkan dapat memungkinkan kita untuk lebih detail dalam mempelajari planet-planet asing selain Bumi.

Hal ini tentu membuat posisi kita di alam semesta sebenarnya tidak terlalu istimewa. Membuat kita semakin sadar bahwa betapa angkuhnya kita bila menganggap Bumi merupakan pusat alam semesta yang begitu luas beserta seluruh isinya.


Sumber: Universe Today, The Astrophysical Journal.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.