Header Ads

Misi Pemotretan Lubang Hitam Bakal Dimulai

Baca Juga

Penggambaran lubang hitam dalam film Interstellar (2014). Kredit: Warner Bros Pictures
Info Astronomy - Ingin tahu seperti apa wujud lubang hitam? Dalam waktu dekat, sekelompok astronom bakal merekam gambar kondisi jantung galaksi kita untuk pertama kalinya untuk melihat secara rinci wujud lubang hitam raksasa yang berada di sana.

Lubang hitam adalah sebuah objek di alam semesta yang memiliki tarikan gravitasi begitu kuat sehingga tidak ada satupun material, bahkan cahaya, yang dapat melarikan diri dari cengkramannya. Keberadaan lubang hitam diprediksi secara matematis untuk pertama kali oleh Karl Schwarzchild pada tahun 1915, sebagai solusi untuk persamaan yang diajukan dalam teori Albert Einstein tentang relativitas umum.

Sejak saat itu, para astronom telah memiliki bukti-bukti bahwa lubang hitam supermasif yang satu miliar kali lebih besar massanya dari Matahari kita, berada di inti setiap galaksi. Lubang hitam ini dideteksi karena mereka menimbulkan efek gravitasi yang aneh terhadap bintang-bintang yang mengorbit di sekitar pusat galaksi.

Ketika sedang melahap material dari lingkungan sekitarnya, lubang hitam juga mengeluarkan jet plasma dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya, sehingga para astronom langsung tahu bahwa ada lubang hitam di sana.

Tahun lalu, percobaan sekelompok astronom di Observatorium LIGO juga memberikan bukti lebih dari keberadaan lubang hitam supermasif dengan mendeteksi riak-riak dalam ruang-waktu, atau gelombang gravitasi, yang disebabkan oleh dua lubang hitam massa menengah yang bergabung menjadi satu jutaan tahun yang lalu.

Tapi, sementara kita sekarang sudah tahu bahwa lubang hitam itu memang ada, pertanyaan tentang asal-usul mereka, evolusi, hingga pengaruhnya terhadap alam semesta masih menjadi sebuah misteri.

Misi ini akan dilakukan pada 5-14 April 2017 menggunakan instrumen bernama Event Horizon Telescope atau EHT. Para astronom akan menggunakan EHT untuk mengambil gambar lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bimasakti yang berjarak sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi.

Tapi jangan terlalu bersemangat dulu. Mengingat jarak lubang hitam supermasif ini yang begitu jauh dari Bumi, gambar lubang hitam yang berhasil diperoleh nantinya diperkirakan hanya akan muncul dalam sudut yang sangat kecil.

EHT bekerja dengan menghubungkan teleskop radio yang tersebar di Antartika, Cile, Hawaii, Spanyol, Meksiko, dan Arizona (AS) bersama-sama untuk membentuk teleskop radio seukuran Bumi. Pengamatan nantinya menggunakan teknik yang dikenal sebagai Very Long Baseline Interferometry.

Proyek EHT bakal melakukan pengamatan pada frekuensi 230 gigahertz, sesuai dengan panjang gelombang 1,3 milimeter dalam mode interferometri. Resolusi sudut maksimum teleskop radio global ini adalah sekitar 26 mikro-detik busur, setara dengan ukuran bola golf di Bulan atau luas rambut manusia yang dilihat dari jarak 500 kilometer!

Jika misi ini berhasil, hal ini bakal membuka era baru penelitian lubang hitam dan memecahkan sejumlah pertanyaan besar seperti, apakah cakrawala peristiwa pada lubang hitam benar-benar ada? Bagaimana proses lubang hitam memuntahkan material yang ia lahap? Atau bahkan ke mana perginya material yang dilahap lubang hitam bila ia mati?

Pengamatan yang dilakukan selama 10 hari di April 2017 ini nantinya bakal membuat para astronom mendapatkan banyak data, sehingga citra pertama dari lubang hitam di pusat galaksi kita kemungkinan baru akan dirilis pada tahun 2018 mendatang.


Sumber: The Conversation, Phys.org.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.