Header Ads

Menyambut Hujan Meteor Lyrid 2017

Baca Juga

Hujan meteor Lyrid di langit atas Gunung Bromo, Jawa Timur. Kredit: Justin Ng Photography
Info Astronomy - Setelah tak ada peristiwa hujan meteor sejak awal Januari, kini musim pengamatan hujan meteor akan dimulai kembali dibuka dengan hujan meteor Lyrid. Apa itu hujan meteor dan kapan waktu terbaik untuk mengamatinya?

Hujan meteor merupakan peristiwa alam ketika debris atau puing-puing bekas komet atau asteroid memasuki atmosfer Bumi. Karena saat memasuki atmosfer puing-puing tersebut akan terbakar, maka kita menyebutnya sebagai meteor.

Walaupun dikatakan sebagai hujan meteor, peristiwa ini tidak berbahaya sama sekali. Meteor-meteor yang muncul berukuran kecil, mulai dari sebesar kelereng sampai seukuran bebatuan di rel kereta api saja. Dengan begitu, meteor-meteor ini akan habis terbakar di atmosfer sebelum sempat mencium permukaan Bumi.

Dalam peristiwa hujan meteor Lyrid, asal muasal meteornya adalah dari puing-puing kecil komet Thatcher, sebuah komet berperiode panjang yang mengorbit Matahari sekali setiap 415 tahun. Terakhir kali komet Thatcher mendekati Matahari adalah pada tahun 186, sehingga ia akan kembali pada tahun 2276.

Hujan meteor Lyrid terjadi ketika Bumi melintasi jalur bekas komet Thatcher. Jalur bekas komet tersebut masih menyisakan puing-puing yang melayang bebas. Ketika Bumi melewati jalur bekas komet tadi, maka gravitasi Bumi akan menarik remah-remah komet tersebut.

Kita memiliki kesempatan untuk melihat hujan meteor Lyrid menghiasi langit di antara tanggal 16 hingga 25 April. Sementara hari terbaik atau puncak hujan meteor Lyrid adalah pada Sabtu, 22 April 2017 mendatang. Dan seperti kebanyakan hujan meteor, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam, atau sepertiga malam sebelum fajar.

Diperkirakan akan ada 15 sampai 20 meteor per jam saat puncak hujan meteor Lyrid, dengan catatan Anda mengamatinya di area yang gelap, bebas polusi cahaya dan cuaca cerah. Pengamatan wajib dilakukan dengan mata telanjang dan dapat disaksikan di seluruh Indonesia.

Titik radian hujan meteor Lyrid. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Jadi, Anda tidak perlu teleskop sama sekali. Anda hanya perlu mengamati titik radian di mana meteor-meteor seolah muncul di langit. Untuk hujan meteor Lyrid, titik radiannya adalah di rasi bintang Lyra, di arah barat bintang terang Vega seperti yang digambarkan pada gambar peta langit di atas.

Untungnya, Bulan sedang dalam fase menjelang Bulan Baru, sehingga cahaya Bulan tidak akan menghalangi pandangan kita untuk melihat kemunculan lesatan meteor-meteor terang di langit malam. Hujan meteor Lyrid adalah salah satu peristiwa hujan meteor tertua yang yang pernah tercatat. Sejarah mengatakan bahwa pengamatan pertama hujan meteor Lyrid telah dilakukan sejak tahun 687 SM.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengamati hujan meteor Lyrid? Carilah lokasi pengamatan yang benar-benar gelap dan jauh dari lampu perkotaan, seperti pegunungan misalnya. Jika sudah memiliki rencana ingin mengamati di mana, Anda cukup melihat ke langit gelap, bersabar, dan nikmati pertunjukan alam yang menakjubkan ini.

Selamat observasi!


Sumber: Spaceweather.com, Timeanddate.com.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.