Header Ads

Ketika Materi Gelap Membentuk Jembatan di Antara Dua Galaksi

Baca Juga

Dua galaksi yang terpisah 40 tahun cahaya terjembatani oleh materi gelap. Kredit: S. Epps & M. Hudson/Waterloo
Info Astronomy - Materi gelap adalah hal yang misterius di alam semesta karena kita tidak bisa benar-benar melihatnya. Tapi itu tidak menghentikan para ilmuwan untuk meneliti dan dari berteori tentangnya.

Salah satu teori mengatakan bahwa materi gelap bisa membentuk struktur filamen yang menghubungkan antargalaksi. Dan kini, kelompok kecil ilmuwan dari Universitas Waterloo, Kanada berhasil mencitrakan salah satu filamen materi gelap tersebut untuk pertama kalinya.

Kelompok ilmuwan tersebut terdiri dari astronom Seth D. Epps dan Michael J. Hudson, mereka mempresentasikan hasil studi tentang materi gelap yang membentuk jembatan di antara dua galaksi dalam jurnal penelitiannya yang dipublikasikan di Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society.

Teori ini menyatakan bahwa filamen materi gelap menghubungkan dua galaksi bersama-sama. Prosesnya adalah, gas halo materi gelap dari satu galaksi bisa terhubung dengan gas halo yang sama di galaksi lain. Sebenarnya, tim ilmuwan lain pernah menemukan filamen materi gelap yang menghubungkan seluruh gugus galaksi, tapi ini adalah pertama kalinya filamen tersebut hanya menghubungkan dua galaksi.

“Selama beberapa dekade, para peneliti telah memprediksi adanya filamen materi gelap antargalaksi yang bertindak seperti suprastruktur yang menghubungkan galaksi bersama-sama,” kata Mike Hudson, seorang profesor astronomi di Universitas Waterloo, dilansir UniverseToday.com.

Materi gelap sendiri mengisi sampai sekitar 25% dari seluruh materi yang ada di alam semesta. Tapi ia tidak bersinar, memantulkan cahaya, atau berinteraksi dengan cahaya dengan cara apapun, sehingga sulit untuk dipelajari. Satu-satunya cara agar kita dapat mempelajarinya adalah dengan mengamati gravitasi. Dalam studi ini, Epps dan Hudson menggunakan teknik lensa gravitasi.

Teknik lensa gravitasi bergantung pada efek massa yang timbul pada cahaya. Bila ada massa yang cukup dari sebuah objek di latar depan (foreground) -- dalam hal ini materi gelap -- maka ia akan memperbesar cahaya apapun dari sumber lain yang berada jauh di latar belakang.

Epps dan Hudson menggunakan Canada-France-Hawaii Telescope (CFHT), sebuah teleskop yang mampu melakukan survei langit sepanjang tahun. Epps dan Hudson menggunakan CFHT untuk mendapatkan gabungan citra lensa gravitasi dari lebih dari 23.000 pasang galaksi yang berjarak 4,5 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

CFHT memotret gambar jembatan materi gelap di atas pada galaksi yang terpisah sejauh 40 tahun cahaya dalam gelombang inframerah, karena materi gelap tidak kasat mata.

Astronom Seth D. Epps mengatakan, “Dengan menggunakan teknik ini, kami tidak hanya dapat melihat bahwa filamen materi gelap di alam semesta benar-benar ada, tetapi kami juga dapat melihat sejauh mana filamen ini menghubungkan setiap galaksi bersama-sama.”

Saat ini, kita masih tidak tahu tentang apa itu materi gelap sebenarnya, tapi fakta bahwa para ilmuwan mampu menemukan dan mengamati filamen tersebut menunjukkan bahwa kita sedang membuat kemajuan pemahaman tentang materi gelap.

Menemukan jembatan materi gelap antara dua galaksi seperti adalah penemuan dan penelitian yang menarik. Setidaknya kita telah membuka sedikit misteri dari materi gelap.


Sumber: Royal Astronomical Society

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.