Header Ads

Apa Pentingnya Belajar Astronomi?

Kredit foto: IIT Jodphur
Info Astronomy - Dewasa ini, astronomi sudah semakin maju dengan berbagai macam teknologi yang dihasilkannya. Sangat jauh berbeda dengan zaman dulu tentunya. Tapi apa, sih, sebenarnya tujuan dan pentingnya kita belajar astronomi? Adakah manfaatnya bagi kehidupan?

Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua di dunia, hal ini bisa diketahui dari artefak-artefak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang ada di Britania Raya.

Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, China, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop oleh Galileo Galilei.

Astronomi merupakan cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, hingga galaksi, serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi seperti radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB).

Astronomi secara pokok mempelajari berbagai sisi dari benda-benda langit itu sendiri, seperti di antaranya asal-usul, sifat fisika, sifat kimia, meteorologi, dan geraknya, hingga bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.

Astronomi di Masa Prasejarah

Kehidupan nenek moyang kita ternyata bergantung pada bintang-bintang, lho. Sepanjang sejarah, langit malam selalu menjadi daya tarik manusia. Nenek moyang kita mengandalkan bintang-bintang untuk menjelajahi seluruh benua, mencatat waktu yang mengarah pada penciptaan kalender yang kini telah menjadi bagian tak terelakkan dari kehidupan kita.

Astronomi memiliki pengaruh terhadap persepsi kita tentang alam semesta. Di masa prasejarah, langit malam sangat gelap. Dan karena itulah, pengamatan bintang di masa itu begitu mudah. Nenek moyang kita memetakan langit malam menjadi beberapa rasi bintang agar mudah diingat dan pengamatan lebih mudah.

Rasi bintang. Kredit: Stellarium
Namun, budaya-budaya manusia di masa-masa itu menganggap benda-benda langit sebagai dewa. Mereka merasa bahwa dewa-dewa ini selalu mengawasi mereka dan kadang-kadang, akan mengunjungi Bumi melalui inkarnasi. Gerakan "Dewa" di langit malam ini dilihat sebagai nubuatan, dan posisi mereka diyakini memiliki pengaruh terhadap makhluk duniawi.

Astronomi di Zaman Modern

Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki spesies manusia yang kini menguasai Bumi, kita kini dapat mengamati lebih banyak benda-benda di alam semesta. Pemahaman akan alam semesta pun berubah kembali. Kita akhirnya tahu, di antara bintang-bintang, kita berada di suatu tempat terpencil bernama Tata Surya.

Orang mungkin berpikir bahwa kita membuang banyak uang untuk sekadar mengamati benda-benda langit yang tidak akan pernah kita raih dengan teleskop. Tapi nyatanya, pengamatan alam semesta memberi kita wawasan dan pemahaman tentang tempat kita di jagad raya, membuat kita tersadar bahwa kita terlalu kecil untuk menyombongkan diri.

Tanpa astronomi, kita bakal kesulitan untuk mencatat dan mengetahui waktu, kesulitan mengetahui fenomena-fenomena dari luar Bumi seperti hujan meteor ataupun gerhana, kesulitan memahami musim dan cuaca, bahkan mungkin tak paham untuk bagaimana mengambil tindakan pencegahan dari pasang surut air laut.

Astronomi dapat membantu kita menemukan bahan bakar fosil dan meningkatkan penemuan energi terbarukan. Astronomi juga telah mengembangkan bahasa pemrograman seperti IRAF (Image Reduction and Analysis Facility) yang membantu pemrosesan gambar, yang kini telah banyak digunakan dalam dunia kedokteran.

Selain itu, astronomi juga berguna dalam dunia industri. Sensor untuk pengambilan gambar dalam dunia astronomi (yang disebut perangkat Charge Coupled) yang mulai digunakan pada tahun 1976, saat ini mungkin berada di genggaman kita, yakni perangkat yang meningkatkan kamera pada ponsel cerdas.

Apakah rumah Anda memasang WLAN (Wireless Local Area Network)? WLAN ternyata juga merupakan teknologi yang diturunkan dari ilmu astronomi, sebuah teknologi yang telah memperkuat jaringan Internet gawai-gawai yang kita miliki.

Jadi, astronomi tidak hanya sekadar mengamati benda-benda langit saja, melainkan sangat bermanfaat dan berperan penting dalam kemajuan umat manusia.

Saya hanya setitik debu bintang di alam semesta, seperti Anda, yang berada di planet kecil yang disebut Bumi. Alam semesta sangat luas di luar pemahaman kita. Kita saling terkoneksi pula dengan bintang-bintang. Bukankah sangat menarik membayangkan betapa luasnya alam semesta? Bagaimana semua ini terbentuk dari nol?

Pada dasarnya, astronomi adalah alat yang kita gunakan untuk mencoba memahami apa yang kita bisa lakukan dari dan bagi alam semesta.


Referensi: History of Astronomy, ArXiv.org, Universitas Cornell.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.