Header Ads

Panduan Pengamatan Planet Sepanjang Maret 2017

Baca Juga

Kredit: Pexels.com
Info Astronomy - Anda mungkin sering melihat Matahari, Bulan, ataupun bintang di langit, tapi pernahkah mencoba melihat planet-planet Tata Surya? Pada Maret 2017 ini, planet Mars, Venus, Jupiter, dan Saturnus bisa diamati.

Di bawah ini kami telah susun panduannya.

Planet Mars. Sang Planet Merah menjadi planet yang muncul di langit senja sepanjang Maret 2017 ini. Setelah muncul sebagai objek mirip bintang merah terang di langit Bumi pada Mei-Juni 2016, kini Mars tampak tidak begitu terang, meskipun masih berwarna kemerahan.

Bila ingin melihat Mars, tengoklah langit barat saat senja, jika Anda menemukan objek mirip bintang berwarna kemerahan boleh jadi itu merupakan Mars. Dalam pandangan mata, Mars memang hanya tampak seperti bintang karena ia berjarak begitu jauh dari Bumi (sekitar 580 juta km).

Mars masih akan berlama-lama di langit barat saat senja untuk beberapa bulan ke depan. Mars tidak akan bertransisi dari langit malam ke langit pagi sampai dengan 27 Juli 2017. Meski begitu, kenampakan Mars di langit malam akan terus meredup.

Planet Mars dan Venus di awal-awal Maret 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Planet Venus. Maret ini menjadi kesempatan terakhir bagi kita untuk melihat Venus sebagai "Bintang Senja". Sebab pada Maret ini, Venus akan bertransisi dari kemunculannya di langit barat saat senja menjadi muncul di langit timur saat sebelum fajar tiba.

Planet Venus akan berada cukup dekat dengan Mars di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam pada awal-awal Maret. Namun, seiring memasuki pertengahan Maret nanti, Venus akan berada terlalu rendah di atas cakrawala barat. Pada 25 Maret mendatang, orbit Venus akan melewati antara Bumi dan Matahari, momen di mana Venus pindah dari langit senja ke langit dini hari.

Planet Jupiter. Sepanjang Maret ini, Jupiter akan cukup menonjol di langit malam dan sepertinya akan sulit untuk dilewatkan. Bila Anda insomnia, bukalah jendela kamar lalu carilah objek kuning terang mirip bintang di langit timur saat tengah malam, yang mana objek tersebut merupakan Jupiter!

Planet Jupiter sebenarnya sudah terbit di ufuk timur sekitar pukul 20.23 waktu lokal daerah Anda. Namun, posisi terbaik untuk mengamatinya adalah ketika ia sudah tinggi di langit, yakni mulai pukul 22.00 waktu lokal, ketika Jupiter sudah berada lebih dari 20 derajat dari cakrawala timur.

Planet Jupiter dan Spica sepanjang Maret 2017. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org
Oh iya, Jupiter saat ini berada di rasi bintang Virgo sepanjang tahun 2017 ini, dekat bintang terang di rasi bintang tersebut yang bernama Spica. Untuk mengamati Jupiter lebih jelas, lengkap dengan garis-garis atmosfernya serta empat satelit alami terbesarnya (Io, Ganimede, Kalisto, Europa), Anda harus menggunakan teleskop.

Planet Saturnus. Sang planet bercincin sangat mudah untuk dilihat pada langit tengah malam sampai Matahari terbit sepanjang Maret 2017. Untuk wilayah Indonesia, Saturnus sudah terbit sekitar pukul 00.40 waktu lokal.

Anda bisa mulai melakukan mengamati Saturnus sekitar pukul 02.30 waktu lokal, pada saat Saturnus sudah menggantung sekitar 25 derajat dari cakrawala timur. Dalam pandangan mata telanjang, Saturnus akan muncul bagaikan bintang kuning keemasan terang.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin melihat indahnya cincin Saturnus, Anda harus menggunakan teleskop. Sepanjang Maret 2017 ini, cincin Saturnus terbuka sekitar 27 derajat. Dengan teleskop, Anda juga bisa melihat satelit-satelit besar milik Saturnus, salah satunya Titan.

Menariknya, di langit Maret ini, Saturnuns akan bertengger di dekat rasi bintang Sagitarius, yang notabene merupakan rasi bintang dekat jatung galaksi Bimasakti. Jadi jika Anda tinggal di daerah yang bebas polusi cahaya, Anda bisa melihat Saturnus plus bentangan galaksi Bimasakti sebagai latarnya.

Saturnus dan bentangan galaksi Bimasakti. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Bagaimana Cara Membedakan Planet dengan Bintang?

Jika Anda belum pernah melihat planet-planet di langit sebelumnya, Anda mungkin akan sedikit kesulitan untuk membedakan yang mana planet dan yang mana bintang sejati. Umumnya, cahaya planet-planet yang muncul di langit akan lebih terang, dan yang pasti tidak akan berkelap-kelip layaknya bintang.

Hal ini semata-mata karena planet-planet berjarak relatif lebih dekat terhadap Bumi dibandingkan bintang-bintang di langit. Jadi walaupun sama-sama tampak seperti titik cahaya di langit malam, kenampakan planet jauh lebih terang dibanding bintang terterang sekalipun dan lebih stabil.

Lalu, mengapa planet bisa bercahaya? Bukankah mereka tidak memancarkan cahaya sendiri? Betul sekali, sama seperti pertanyaan "Mengapa Bulan bisa bercahaya?", jawabannya sudah tentu karena mereka semua disinari Matahari, sama halnya dengan Bumi.

Bulan, planet-planet, sampai asteroid-asteroid kecil di Tata Surya seluruhnya disinari Matahari, dengan begitu mereka bisa memantulkan cahaya dari Matahari ke mata kita sebagai pengamat di Bumi.

Jadi, selamat berburu planet-planet Tata Surya, ya!

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.