Header Ads

Katai Cokelat Termasif di Alam Semesta Berhasil Ditemukan

Baca Juga

Ilustrasi katai cokelat J0104. Kredit: John Pinfield
Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok tim astronom sukses mengidentifikasi sebuah benda angkasa yang dikenal sebagai katai cokelat (benda yang terlalu besar untuk disebut planet tapi terlalu kecil untuk menjadi bintang) dengan komposisi paling 'murni' dan massa terbesar yang pernah diketahui.

Katai cokelat tersebut dikatalogkan sebagai SDSS J010448.46 + 153.501,8 (kami tahu Anda mengabaikan untuk membaca namanya, maka sebut saja J0104 agar lebih pendek). Benda angkasa misterius ini terletak di rasi bintang Pises, sekitar 750 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

J0104 adalah anggota dari halo galaksi Bimasakti kita, struktur besar yang terdiri dari bintang-bintang kuno. Pengamatan menggunakan Very Large Telescope (VLT) di Cile menunjukkan bahwa J0104 terbentuk dari gas yang 250 kali lebih murni daripada Matahari, sehingga terdiri dari lebih dari 99,99% hidrogen dan helium.

Sebelum J0104 ditemukan, para astronom tidak mengetahui bahwa katai cokelat bisa terbentuk dari gas primordial tersebut, sehingga penemuan ini merupakan penemuan katai cokelat paling murni pertama yang terbentuk pada masa-masa awal pembentukan galaksi kita.

"Kami benar-benar tidak menyangka bisa menemukan katai cokelat yang murni seperti ini," kata Dr. Zeng Hua Zhang, seorang astronom di Universitas La Laguna dan Institut Astrofisika di Kepulauan Kanaria. "Saya pikir masih banyak katai cokelat seperti ini di luar sana yang menunggu untuk ditemukan."

Gambar pertama J0104. Kredit: Sloan Digital Sky Survey/Z.H. Zhang et al.
Katai cokelat J0104 ini diperkirakan telah terbentuk sekitar 10 miliar tahun yang lalu. Pengamatan menggunakan VLT juga memberikan informasi bahwa J0104 merupakan jenis katai cokelat kelas-L yang memiliki massa setara dengan 90 kali massa Jupiter, menjadikannya katai cokleat yang paling masif yang ditemukan sampai saat ini.

Untuk rincian penelitian terkait J0104 ini, Anda bisa menyimak jurnal penelitiannya yang telah tersedia untuk umum di arXiv.org.


Sumber: Royal Astronomical Society

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.