Seperti Apa Cuaca di Planet Saturnus?

Planet Saturnus. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Saturnus merupakan planet yang paling cantik di Tata Surya karena memiliki cincin yang megah. Tapi tahukah Anda seperti apa cuaca di planet terbesar kedua di Tata Surya setelah Jupiter tersebut?

Sama seperti Jupiter, sistem cuaca Saturnus diketahui sangat ekstrem, sehingga menimbulkan fitur badai yang dapat dilihat dari jarak yang jauh. Atmosfernya banyak badai besar berbentuk oval, ada pula pola gelombang heksagonal yang terlihat di kedua daerah kutub utara dan selatannya.

Atmosfer Saturnus

Atmosfer terluar Saturnus mengandung 96,3% molekul hidrogen dan 3,25% helium. Planet gas raksasa tersebut juga diketahui mengandung unsur yang lebih berat, meskipun proporsinya tidak diketahui.

Sejumlah amonia, asetilena, etana, propana, fosfin, dan metana telah juga terdeteksi di atmosfer Saturnus. Awan teratas Saturnus terdiri dari kristal amonia, sedangkan awan yang berada di tingkat yang lebih rendah terdiri dari amonium hidrosulfida (NH4SH) maupun air.

Radiasi ultraviolet dari Matahari menyebabkan terjadinya fotolisis metana di atmosfer teratas Saturnus, mengarah ke serangkaian reaksi kimia hidrokarbon yang membentuk pusaran pada atmosfernya.

Badai di atmosfer teratas Saturnus. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Atmosfer Saturnus menunjukkan adanya pola pita yang mirip dengan Jupiter, tapi pita atmosfer Saturnus lebih redup dan lebih luas di dekat khatulistiwa. Dan mirip lapisan awan Jupiter, lapisan awan Saturnus terbagi menjadi lapisan atas dan bawah, yang bervariasi dalam komposisi berdasarkan kedalaman dan tekanan. Di lapisan awan atas, suhunya kisaran 100-160 K dan tekanan antara 0,5-2 bar.

Warna emas pada atmosfer terluar Saturnus terbentuk oleh awan amonia yang menutupi seluruh planet. Ketika awan amonia ini terpapar radiasi ultraviolet Matahari, ia akan tampak memutih. Namun karena dikombinasikan dengan awan merah yang berada lebih dalam di atmosfer Saturnus, maka yang kita lihat adalah warna emas pucat.

Fenomena Cuaca

Angin di Saturnus tercatat sebagai angin tercepat kedua di antara planet-planet Tata Surya setelah Neptunus. Hal ini disebabkan oleh kecepatan rotasi Saturnus yang tinggi, sekitar 9,87 km per detik. Dengan kecepatan ini, Saturnus hanya membutuhkan waktu 10 jam 33 menit untuk sekali berotasi.

Data yang diperoleh wahana antariksa Voyager 1 dan Voyager 2 menunjukkan adanya badai di kutub utara Saturnus yang berbentuk pola gelombang heksagonal, sedangkan di kutub selatannya ada aliran jet besar.

Pola heksagonal di kutub utara Saturnus. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Pola gelombang heksagonal di kutub utara Saturnus pertama kali terdeteksi dalam gambar yang dikirim wahana antariksa Voyager. Pola heksagonal tersebut setiap sisinya memiliki panjang sekitar 13.800 km (yang lebih panjang dari diameter Bumi), dan struktur tersebut berputar dengan periode 10 jam 39 menit, yang diasumsikan sama dengan periode rotasi interior Saturnus.

Sementara pusaran di kutub selatan Saturnus pertama kali diamati menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble. Gambar-gambar dari Hubble menunjukkan adanya aliran jet, tapi bukan dalam pola heksagonal. Badai di selatan ini diperkirakan menghasilkan angin berkecepatan 550 km/jam, sebanding dengan ukuran Bumi, dan diyakini telah berlangsung selama miliaran tahun.

Jadi, seperti apa cuaca di Saturnus? Cukup ekstrem dan penuh badai! Hal ini tidak mengherankan mengingat massa planet, komposisi, gravitasinya kuat, dan rotasinya yang cepat. Tentu hal ini membuat Anda merasa bahagia hidup di Bumi. Bisakah kita menjaga Bumi?
Seperti Apa Cuaca di Planet Saturnus? Seperti Apa Cuaca di Planet Saturnus? Reviewed by Riza Miftah Muharram on Februari 21, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!