Header Ads

Mengapa Bumi Hanya Punya Satu Satelit Alami?

Baca Juga

Bulan. Kredit: NASA
Info Astronomy - Planet-planet lain memiliki beberapa satelit alami, seperti misalnya Mars yang memiliki dua satelit alami dan bahkan Pluto yang memiliki lima satelit alami. Lalu, mengapa Bumi kita hanya punya satu satelit alami (yang kita sebut sebagai Bulan)?

Setidaknya, ada dua jenis planet di Tata Surya kita: planet Terrestrial (Merkurius, Venus, Bumi, Mars), dan planet Jovian (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus). Sejauh ini, diketahui planet Jovian memiliki total 90 satelit alami jika diakumulasikan, sementara planet Terrestrial hanya memiliki 3, yakni Bulan (milik Bumi) serta Fobos dan Deimos (milik Mars).

Apa sebabnya? Ternyata, perbedaan besar ini ada kaitannya dengan pembentukan Tata Surya itu sendiri, lho. Tata Surya kita terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang berputar-putar, lalu runtuh oleh gravitasinya sendiri. Selama keruntuhannya, awan gas ini memanas, lalu mulai berputar lebih cepat secara teratur.

Perputaran ini membentuk sebuah cakram protoplanet: sebuah cakram gas panas yang berputar dengan massa yang terkonsentrasi di pusatnya. Konsentrasi pada pusat ini pada akhirnya terbentuk menjadi Matahari, dan planet-planet terbentuk dari sisa cakram yang tersisa.

Gas pada cakram protoplanet tidak bisa runtuh dengan sendirinya untuk membentuk planet-planet. Melainkan diperlukan beberapa 'benih' agar gravitasi bisa menarik gas dan debu bersama-sama menjadi bentuk bulat.

Keberagaman planet di Tata Surya terkait erat dengan jenis 'benih' apa yang membentuknya. Di dekat Matahari, suhu sangat tinggi, sehingga sisa material pada cakram protoplanet tidak bisa membentuk planet.

Tapi sedikit lebih jauh dari Matahari, ada serpihan logam dan potongan-potongan batuan kecil. Serpihan ini lantas saling bertabrakan dan menyatu bersama-sama, membentuk apa yang disebut sebagai planetesimal alias cikal bakal planet. Planetesimal ini terus tumbuh menjadi begitu besar hingga tak ada lagi tabrakan, dan jadilah ia planet Terrestrial.

Di luar orbit Mars, suhu cukup rendah, membuat di sana tidak hanya ada serpihan logam dan bongkahan batu, tetapi juga banyak potongan-potongan es kecil. Dengan begitu, ada lebih banyak 'benih' untuk membentuk planet di luar orbit Mars ini.

Hal tersebut menyebabkan planetesimal di luar orbit Mars tumbuh dengan cepat, dan menjadi cukup besar hingga gravitasi mereka bisa menangkap hidrogen dan helium yang sangat melimpah pada cakram protoplanet, lalu jadilah planet gas alias planet Jovian.

Saking besarnya gravitasi planet-planet Jovian, mereka mampu membentuk 'sistem tata surya mini'. Dalam proses pembentukan planet Jovian, banyak material-material kecil yang mengelilinginya. Material-material itu lantas terjebak gravitasi planet-planet Jovian, dan kini menjadi satelit alaminya.

Jadi, begitulah planet-planet Jovian bisa memiliki banyak satelit alami alias bulan. Planet-planet Terrestrial tak memiliki banyak satelit alami karena tidak memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk dapat menarik banyak satelit alami.

Hal yang lebih mengenaskan bahkan menimpa Merkurius dan Venus; mereka divonis tidak akan pernah bisa memiliki satelit alami karena mereka mengorbit terlalu dekat dengan Matahari. Jadi alih-alih ada satelit alami yang mengitari kedua planet tersebut, gravitasi Matahari yang lebih kuat akan membuat satelit alami tadi mengitarinya.

Pada intinya, semuanya berawal dari proses pembentukan Tata Surya kita. Bulan milik Bumi sendiri diyakini berasal dari tabrakan antara objek sebesar Mars dengan proto-Bumi 4,5 miliar tahun silam, bukan dari peristiwa objek besar yang terperangkap oleh gravitasi Bumi.


Referensi: Cornell University

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.