Material Organik Ditemukan di Planet Kerdil Ceres

Planet kerdil Ceres dipotret oleh wahana antariksa Dawn dari orbitnya. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Molekul organik sederhana baru-baru ini telah terdeteksi di permukaan planet kerdil Ceres, menambah bukti yang menyatakan bahwa Ceres mengandung material kunci yang penting bagi kehidupan.

Ceres awalnya diklasifikasikan sebagai asteroid terbesar se-Tata Surya yang terletak di sabuk asteroid antara orbit Mars dan Jupiter. Namun pada tahun 2006, ketika International Astronomical Union merampungkan defisini planet, Ceres pun diklasifikasikan ulang sebagai planet kerdil bersama dengan Pluto dan beberapa objek Trans-Neptunian lainnya.

"Kita tidak hanya menemukan satu material organik, tetapi juga ada banyak elemen dan molekul pada Ceres yang menjadikan lingkungan di sana dapat mendukung adanya kehidupan, setidaknya kehidupan mikroorganisme ataupun bakteri," kata penulis utama studi tersebut, Maria Cristina De Sanctis dari Institute for Space Astrophysics and Planetology di Roma, Italia.

Data penelitia sebelumnya dari Lembaga Antariksa AS (NASA) yang dikumpulkan melalui wahana antariksa nirawak Dawn menunjukkan planet kerdil Ceres memang memiliki senyawa kimia yang kompleks yang meliputi air es, tanah liat kaya amonia, dan senyawa asin atau karbonat di permukaannya.

Dr De Sanctis mengatakan, mereka menduga asteroid lainnya mungkin juga memiliki material organik yang sama dengan Ceres. "Beberapa meteorit yang jatuh ke Bumi kami temukan mirip dengan permukaan Ceres, sangat kaya dengan material organik, jadi kami mencari organiknya," kata Dr De Sanctis.

Citra inframerah permukaan Ceres dari Dawn yang menunjukan lokasi material organiknya. Kredit: NASA/UCLA/ASI
Menggunakan instrumen spektrometer yang tertanam pada badan wahana antariksa Dawn, para astronom ini berhasil melihat dan mengidentifikasi lokasi dari kelompok molekul hidrokarbon sederhana yang berada di dekat dua kawah yang ada di belahan utara Ceres.

"Ini benar-benar sebuah temuan yang menjadi bukti konkrit dari keberadaan material organik di Ceres," kata Dr De Sanctis. Namun, ia mengatakan tidak ada cukup data untuk menentukan jenis hidrokarbon apa yang ada di sana.

Profesor Chris Russell, peneliti utama dari misi wahana antariksa Dawn mengatakan, molekul-molekul ini bisa dianggap sebagai material awal bagi pembentukan senyawa yang lebih kompleks. Ia dan timnya tak mau berspekulasi lebih jauh tentang adanya kehidupan di sana.

Profesor Russell mengatakan, yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana material organik bisa terbentuk dan berkembang di planet kerdil Ceres. Material organik yang ditemukan ini tersebar 100 kilometer di dalam dan sekitar Kawah Ernutet, serta di tepi kawah lain yang 400 kilometer jauhnya.

"Ada kawah di sana, tapi material organik ini tidak berkorelasi dengan kawah itu sendiri," kata Profesor Russell. "Kami juga tidak berpikir material organis seperti ini merupakan tabrakan dari asteroid atau komet lain, karena kami perkirakan material organiknya tak akan bertahan selama ini."

Sebaliknya, para astronom percaya material organik di Ceres mungkin telah diproduksi oleh beberapa proses internal seperti aktivitas hidrotermal. Profesor Ruseel mengatakan ada bukti bahwa kawah lain di Ceres sedang aktif melakukan proses geologi dengan menyembutkan air asin dari pusat planet kerdil ini ke permukaannya.

"Kami memperkirakan bahwa interior planet kerdil Ceres jauh lebih basah dan lembek, jadi ada proses hidrotermal yang bisa terjadi di sana," kata Profesor Russell.

Dr De Sanctis mengatakan, timnya saat ini sedang merencanakan penelitian lanjutan untuk melihat apakah mereka bisa mendeteksi molekul-molekul di tempat lain pada permukaan Ceres yang akan membantu mereka memahami lebih lanjut tentang bagaimana planet kerdil tersebut terbentuk.
Material Organik Ditemukan di Planet Kerdil Ceres Material Organik Ditemukan di Planet Kerdil Ceres Reviewed by Riza Miftah Muharram on Februari 20, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!