Header Ads

Bagaimana Bisa Para Astronom Memotret Galaksi-galaksi Lain?

Baca Juga

Galaksi Andromeda. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Kami sering mendapatkan pertanyaan dari pembaca yang bunyinya seperti ini, bagaimana para astronom bisa memotret galaksi sedekat itu? Siapa yang sudah ke luar angkasa untuk memotret galaksi lain itu? Sebenarnya, kita tidak perlu ke luar angkasa untuk sekadar memotret galaksi.

Inilah istimewanya astronomi, kita tidak perlu mendekati atau mengunjungi objek langit yang ingin kita teliti, cukup memotretnya dan memandanginya dari jauh. Hal ini dimungkinkan karena umat manusia modern sudah memiliki teknologi canggih untuk pengamatan langit; teleskop.

Teleskop merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memungkinkan kita melihat dan mengamati benda benda-benda langit yang jauh agar terlihat lebih dekat. Teleskop bekerja dengan mengumpulkan cahaya lebih banyak dari yang mata kita bisa lakukan.

Teleskop merupakan penemuan penting dalam sejarah peradaban manusia. Teleskop pertama kali dirancang pada tahun 1608 oleh astronom dari Belanda, yakni Hans Lippershey. Teleskop rakitan Lippershey tersebut menggunakan lensa yang membuat objek jarak jauh menjadi lebih dekat. Namun kala itu Lippershey tidak menggunakan teleskop untuk mengamati langit.

Galileo Galilei lah yang pertama menggunakan teleskop sebagai alat pengamatan langit. Teleskop refraktor rakitannya mampu melihat pergerakan dan perubahan benda langit dan untuk melihat Venus dan satelit-satelit besar milik Jupiter.

Sejak saat itulah perkembangan teleskop menjadi sangat pesat. Tidak hanya teleskop berbasiskan lensa dan cermin, manusia juga memiliki teleskop radio dan bahkan teleskop luar angkasa yang ditempatkan di orbit rendah Bumi.

Dengan teleskop-teleskop inilah pengamatan astronomi di era modern begitu mudah dilakukan. Bahkan tak perlu menjadi astronom profesional, sebagai astronom amatir pun bisa mengamati galaksi lain lewat teleskop yang bisa dibeli di toko-toko teleskop.

Tidak selamanya pula pengamatan galaksi lain selain Bimasakti harus menggunakan teleskop. Ada beberapa galaksi yang cukup terang, seperti galaksi Andromeda misalnya. Andromeda bisa dipotret tanpa teleskop bila langit gelap dan cerah.

Galaksi Andromeda di langit Bromo, Jawa Timur. Kredit: Martin Marthadinata
Pada intinya, untuk memotret galaksi-galaksi lain selain galaksi Bimasakti, kita tidak perlu membuang-buang uang yang besar untuk meluncur menggunakan pesawat luar angkasa ke galaksi yang ingin dipotret. Astronomi sudah memiliki teleskop, seperti biologi yang memiliki mikroskop.

Mulailah menabung untuk membeli teleskop pertama Anda, lalu amati sendiri galaksi-galaksi di langit yang selama ini foto-fotonya Anda anggap bohong belaka. Selamat observasi!

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.