Sirius Bakal Jadi Bintang Kutub Selatan di Masa Depan

Star trail yang menghadap ke arah selatan, Bromo 2016. Kredit: Martin Marthadinata
Info Astronomy - Jika di atas kutub utara ada bintang Polaris si bintang utara, Sirius -- bintang paling terang di langit malam yang berada di rasi bintang Kanis Mayor -- di masa mendatang bakal menjadi bintang kutub langit selatan.

Berbeda dengan kutub utara Bumi, di kutub selatan Bumi saat ini tidak memiliki bintang kutub yang terang seperti Polaris. Bintang kutub selatan saat ini adalah Sigma Octantis, bintang yang cukup redup, magnitudonya hanya +5,42. Tapi yang pasti, bintang ini berada di rasi bintang Octans yang dekat dengan kutub langit selatan.

Baik Polaris maupun Sigma Octantis, keduanya tidak akan selamanya menjadi bintang kutub. Hal ini diakibatkan karena bintang akan terus berubah posisi relatif terhadap satu sama lain. Si terang Sirius, pada gilirannya "berpindah" menjadi bintang kutub selatan pada tahun 66270, atau sekitar 64.253 tahun lagi!

Pada saat ketika Sirius menjadi bintang kutub selatan, ia akan berada pada 1,6 derajat dari kutub langit selatan. Dengan kata lain, saat diamati dari Antariksa, Sirius tidak akan bergerak mengikuti rotasi Bumi, ia akan seolah diam di tempat. Kemudian, pada tahun 93830, Sirius akan berpindah posisi lagi sekitar 2,3 derajat.

Bintang Polaris sendiri tidak akan selamanya menjadi bintang utara. Sekitar tahun 2100 mendatang, Polaris akan berpindah posisi 0,5 derajat dari kutub langit utara.

Perubahan posisi bintang-bintang di langit ini membuktikan bahwa Bumi tidak diam di alam semesta, melainkan terus bergerak (berotasi dan berevolusi). Pada dasarnya, setiap benda di alam semesta ini memiliki pergerakan, baik itu dikarenakan gaya dari dalam benda langit sendiri atau gaya yang datang dari benda langit lain yang memiliki massa lebih besar.

Secara spesifik, yang membuat posisi bintang-bintang berubah adalah adanya gerak presesi Bumi. Gerak presesi Bumi disebut juga gerak gasing Bumi. Gerak presesi Bumi merupakan salah satu pergerakan Bumi dalam ruang inersia di mana sumbu rotasi Bumi dan bidang ekuator Bumi tidaklah tetap, melainkan bergerak yang sifatnya rotasional.

Pergerakan Bumi dalam ruang ini merupakan respon dari ketidaksimentrisan dan non-rigiditas dari Bumi terhadap gaya tarik Bulan, Matahari dan planet-planet lain. Gerakan presesi dari sumbu rotasi Bumi ini disebabkan karena gaya gravitasi benda-benda langit pada tonjolan ekuator Bumi, terutama Matahari dan Bulan.

Karena dalam pergerakannya mengelilingi Matahari bidang ekuator Bumi membentuk sudut sebesar 23.5˚ terhadap bidang ekliptika, sehingga gerak presesi ini mempunyai amplitudo sudut sebesar 23.5˚.

Akibatnya, titik semi yang merupakan titik potong antara bidang ekuator dan bidang ekuator dan bidang ekliptika bergerak sepanjang ekliptika dengan laju sekitar 50″ per tahun. Periode gerak presesi Bumi atau waktu yang dibutuhkan oleh sumbu Bumi dalam satu kali putaran lengkap (360˚) kurang lebih 26.000 tahun.

Jadi, untuk saat ini kita sepertinya masih akan melihat Sirius sebagai bintang terang yang sering muncul agak ke selatan di rasi bintang Kanis Mayor. Anak cucu kita nantilah yang akan melihat Sirius menjadi bintang selatan.
Sirius Bakal Jadi Bintang Kutub Selatan di Masa Depan Sirius Bakal Jadi Bintang Kutub Selatan di Masa Depan Reviewed by Riza Miftah Muharram on Januari 16, 2017 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!