Header Ads

Mungkinkah Ada Kehidupan Asing di Lautan Pluto?

Pluto. Kredit: NASA/SwRI/JHUAPL
Info Astronomy - Baru-baru ini, Pluto dikabarkan memiliki lautan di bawah permukaannya yang beku. Temuan tersebut lantas mengarah ke pertanyaan; apakah ada kehidupan di sana?

William McKinnon, profesor ilmu kebumian di Universitas Washington, AS bersama rekan-rekannya telah menganalisis data Pluto dari wahana antariksa New Horizons. Makalah penelitian mereka yang diterbitkan pada 1 Desember 2016 di jurnal Nature menyatakan bahwa di bawah wilayah berbentuk hati di Pluto yang dikenal sebagai Sputnik Planitia ada sebuah laut yang sarat dengan amonia.

Sputnik Planitia adalah cekungan yang dalam dan dianggap sebagai sisa-sisa tabrakan kuno. Cekungan ini telah terisi campuran es nitrogen, metana dan karbon monoksida beku dari waktu ke waktu, serta terletak di seberang permukaan Charon (satelit alami terbesar Pluto yang orbitnya terkunci gravitasi).

"Sputnik Planitia adalah salah satu lokasi 'harta karun' di Pluto, dengan memahami asal-usulnya kita bisa mengetahui lebih banyak tentang Pluto," kata peneliti utama New Horizons, Alan Stern, dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, seperti dikutip dari Space.com.

Sementara itu, McKinnon menunjukkan bahwa potensi adanya lautan di bawah permukaan Pluto dapat membentang sekitar 965 kilomerter dan ketebalan lebih dari 80 kilometer. McKinnon juga memperkirakan bahwa laut semacam itu akan memiliki banyak amonia.

Lautan amonia sebelumnya juga telah ditemukan di Charon. Dan menurut penelitian, lautan di Charon maupun di Pluto agak berbahaya bagi kehidupan manusia. Karena sangat dingin, asin dan sangat kaya amonia sehingga hampir seperti sirup racun. Walau begitu, ada organisme yang dikenal sebagai ekstremofili di Bumi tidak hanya hidup, tapi berkembang di lingkungan paling keras seperti dengan suhu ekstrim serta kondisi sangat asin.

Amonia pada lautan Pluto dianggap sebagai cairan antibeku untuk menjaga lautan di sana tetap cair, sebab seperti yang kita ketahui, Pluto berada di daerah dingin Sabuk Kuiper di mana sinar Matahari tidak ada bedanya dengan bintang-bintang lainnya di langit.

Meskipun para astronom saat ini masih tidak yakin ada organisme asing yang bisa bertahan di lautan kental kaya amonia di Pluto, tapi beberapa jenis bakteri yang ditemukan di Bumi mampu mengubah nitrogen menjadi amonia.

Jika memang benar ada lautan yang bersembunyi di bawah hati es Pluto, itu akan menjadi penemuan besar. Pluto adalah satu dari ribuan objek Tata Surya yang terletak di Sabuk Kuiper, dan jika lautan di bawah permukaan Pluto bisa dikonfirmasi, kemungkinan objek lain di Sabuk Kuiper juga memiliki hal yang sama (dan mungkin memiliki kehidupan).

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.