Header Ads

Menanti Puncak Hujan Meteor Geminid 2016

Baca Juga

Meteor terang di langit Guangxi, Tiongkok. 27 September 2016. Kredit: Steed/NightChina.net
Info Astronomy - Pada pertengahan Desember 2016 ini, hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya. Ia bakal menjadi peristiwa hujan meteor major terakhir tahun ini. Sayangnya, puncak peristiwa Geminid bertepatan dengan fase Bulan hampir purnama.

Puncak hujan meteor Geminid 2016 adalah pada tanggal 13-14 Desember (bisa diamati mulai malam tanggal 13 Desember sampai fajar tanggal 14 Desember). Walau begitu, pengamatan yang dilakukan pada malam sebelum dan setelah puncak masih sama baiknya.

Lesatan meteor akan muncul paling banyak setelah larut malam, ketika kondisi langit sudah benar-benar gelap gulita. Intensitasnya 60-100 meteor per jam (ZHR). Tapi sayangnya, karena ada cahaya Bulan yang terang, maka intensitas meteor bisa menurun. Cahaya Bulan dapat meredupkan kenampakan meteor-meteor yang kecil.

Jam Berapa?

Walaupun begitu, masih ada kesempatan untuk mengamatinya. Anda tidak perlu peralatan khusus untuk mengamati hujan meteor, hanya dibutuhkan lokasi pengamatan yang gelap dan cuaca cerah. Siapkan juga kursi santai atau tempat tidur gantung dan mungkin kantong tidur untuk tetap hangat sambil mengamati langit malam.

Meteor Geminid akan banyak muncul pada sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat daerah Anda. Hal itu karena rasi bintang Gemini, titik radian hujan meteor ini, akan mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 02.00 dini hari. Semakin tinggi posisi rasi bintang Gemini, semakin banyak meteor-meteor yang bakal terlihat.

Tapi Anda tidak perlu secara terus-menerus mengamati rasi bintang Gemini untuk menemukan meteor-meteor yang melintas, karena meteor akan muncul dari segala penjuru langit. Namun, jika Anda menelusuri asal kemunculan hujan meteor Geminid, Anda akan menemukan bahwa arahnya datang dari rasi bintang Gemini.

Untuk menemukan meteor pertama Anda, pastikan untuk mengadaptasi mata Anda dengan langit malam setidaknya 40 menit. Meteor tidak akan muncul secara keroyokan. Jika Anda baru mengamati selama 5 menit lalu menyerah, Anda mungkin tidak akan bisa melihat satupun meteor yang lewat.

Dari Mana Asal Usul Hujan Meteor Geminid?

Setiap tahun pada bulan Desember, planet Bumi kita melintasi jalur orbit asteroid 3200 Phaethon, objek alam semesta misterius yang kadang-kadang disebut sebagai komet batu.

Dalam periode 1,43 tahun, asteroid yang memiliki lebar 5 kilometer ini berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari, di mana pada saat itu membuat asteroid ini retak dan membentuk puing-puing ke jalur orbitnya.

Setiap tanggal 13-14 Desember, Bumi melintasi bekar jalur asteroid 3200 Phaethon di mana ada puing-puing dari asteroid yang retak tersebut. Puing-puing tadi lantas tertarik gravitasi Bumi, lalu menabrak atmosfer Bumi dalam kecepatan tinggi. Karena berukuran kecil dan berjumlah banyak, puing-puing yang memasuki atmosfer Bumi berubah menjadi hujan meteor.

Jadi, semoga cuaca cerah dan carilah lokasi pengamatan yang gelap untuk melakukan pengamatan. Hujan meteor ini dapat disaksikan di seluruh Indonesia.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.