Header Ads

Jepang Luncurkan Satelit untuk Bersihkan Sampah Antariksa di Orbit Bumi

Baca Juga

Ilustrasi. Kredit: JAXA
Info Astronomy - Pada Jumat 9 Desember 2016 kemarin, Badan Antariksa Jepang (JAXA) sukses meluncurkan kapsul antariksa baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang selain memberikan kargo bagi para astronot, kapsul tersebut juga membawa satelit yang dapat digunakan untuk membersihkan sampah antariksa.

Kapsul antariksa milik Jepang tersebut bernama Kounotori-6, H-II Transfer Vehicle (HTV) keenam yang diluncurkan oleh JAXA. Kapsul tersebut telah menghabiskan waktu selama enam hari di orbit Bumi untuk mengejar pergerakan ISS, dan pada Rabu (14/12) ini sudah berhasil merapat di ISS untuk sekitar lima minggu ke depan.

Kounotori-6 membawa sejumlah perlengkapan, termasuk air, makanan, suku cadang, dan perangkat keras untuk percobaan ilmiah baru di orbit rendah Bumi. Peluncuran tersebut dilakukan karena kapsul antariksa Progress milik Rusia gagal mencapai ISS pada 1 Desember 2016. Mau tidak mau, Jepang yang mengirimkan gantinya karena mereka juga merupakan mitra ISS bersama 16 negara lainnya.

Yang paling menarik tentang misi JAXA dengan Kounotori-6 ini adalah, astronot di ISS bakal menguji coba sebuah satelit rancangan Jepang yang dapat ditugaskan untuk membersihkan sampah antariksa. Sampah antariksa sendiri merupakan sisa-sisa satelit yang sudah tidak digunakan lagi, ataupun puing-puing bekas tabrakan satelit yang sering terjadi.

Nantinya, satelit buatan Jepan ini akan membentangkan tali berukuran sekitar 700 meter, yang disebut Kounotori Integrated Tether Experiment (KITE). Satelit ini menggunakan tambatan elektromagnetik yang akan dikombinasikan dengan medan magnet Bumi dan arus listrik sebagai bahan bakar.

Satelit ini dirancang untuk menghasilkan hambatan atmosfer, menciptakan gaya tarik atau gravitasi buatan pada satelit tersebut. Idenya adalah, satelit ini dapat digunakan untuk menyeret puing-puing maupun sampah-sampah antariksa keluar dari orbit Bumi dan bergerak menjauhi Bumi.

JAXA berencana untuk menjalankan eksperimen ini selama sekitar satu minggu penuh. Setelah itu, Kounotori akan diterjunkan kembali ke Bumi untuk memaksimalkan fungsinya.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.