Aktivitas Matahari Masuki Level Terendah, Adakah Dampaknya?

Citra Matahari yang saat ini tanpa bintik Matahari. Kredit: Solar Dynamics Observatory, NASA
Info Astronomy - Belakangan ini, Matahari kita terlihat telah memasuki level terendah dari aktivitasnya sejak tahun 2011. Aktivitas Matahari biasanya diukur dengan berapa banyak jumlah bintik Matahari (sunspot). Tapi pada pengamatan wahana antariksa Solar Dynamics Observatory menunjukkan, wajah Matahari bersih tanpa sunspot.

Matahari memiliki pola aktivitas yang disebut siklus Matahari, sebuah siklus yang terjadi dalam periode 11 tahunan. Puncak siklus ini terakhir terjadi pada awal tahun 2014, di mana kala itu ada banyak bintik Matahari yang terlihat di permukaannya yang menghadap ke Bumi.

Berbeda dengan saat ini, jumlah sunspot yang tampak tidak banyak bahkan tanpa sunspot, walaupun diperkirakan Matahari baru mencapai puncak aktivitas minimumnya pada tahun 2021. Lalu, mengapa saat ini justu sudah mencapai level terendahnya?

Jangan khawatir, masuknya Matahari ke level terendah aktivitasnya tidak akan berdampak buruk bagi Bumi dan kehidupannya. Ini hanyalah peristiwa normal. Diperkirakan dalam waktu dekat, kita akan bisa melihat munculnya sunspot lagi di permukaan Matahari.

Pada Juni 2016 kemarin, Matahari juga masuk periode tenang seperti yang terjadi saat ini, tapi beberapa pekan kemudian muncul kembali bintik-bintik Matahari dan bahkan terjadi badai Matahari. Jadi tidak perlu panik dulu mengetahui Matahari yang tenang seperti sekarang ini.

Intinya, periode aktivitas terendah Matahari ini tidak akan berdampak buruk bagi Bumi, kehidupan, dan bahkan Tata Surya. Tidak perlu cemas dan waspadalah akan berita hoax berisi cocoklogi tentang peristiwa periode tenang Matahari ini.
Aktivitas Matahari Masuki Level Terendah, Adakah Dampaknya? Aktivitas Matahari Masuki Level Terendah, Adakah Dampaknya? Reviewed by Riza Miftah Muharram on Desember 06, 2016 Rating: 5

Hype - Jangan Lewatkan!