Sejumlah Besar Galaksi Kerdil Ditemukan di Alam Semesta Awal

Gugus galaksi Abel 1689 yang menjadi lensa gravitasi bagi objek latar belakangnya. Kredit: NASA/ESA/Hubble
Info Astronomy - Sekelompok astronom yang dipimpin oleh astronom dari Universitas California untuk pertama kalinya berhasil menemukan populasi besar galaksi kerdil di alam semesta awal yang bisa mengungkapkan rincian penting tentang masa produktif pembentukan bintang miliaran tahun yang lalu.

Temuan yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal ini telah semakin menambah banyak pengetahuan umat manusia tentang galaksi kerdil, galaksi terkecil dan paling redup di alam semesta. Tapi meskipun kecil, mereka sangat penting untuk memahami sejarah alam semesta kita, lho!

Para astronom meyakini bahwa galaksi kerdil memainkan peran penting selama era reionisasi dalam mengubah alam semesta awal dari yang gelap, netral, dan buram ke alam semesta yang terang, terionisasi, dan transparan.

Meskipun penting, galaksi kerdil yang berada di alam semesta awal seperti temuan ini masih tetap sulit dipahami, karena mereka sangat samar dan berada di luar jangkauan pengamatan teleskop terbaik yang kita miliki saat ini.

Namun begitu, para astronom lantas tidak diam saja dan pasrah akan keadaan karena tidak bisa mengamatinya. Karena ada teknik tertentu untuk melampaui keterbatasan ini. Seperti yang diramalkan oleh teori relativitas umum Einstein, benda masif seperti galaksi dapat bertindak sebagai lensa alami, pembesar cahaya objek yang berada di latar belakangnya.

Fenomena ini dikenal sebagai lensa gravitasi, sebuah lensa alami yang terbentuk dari gravitasi besar objek foreground sehingga objek latar belakang bisa tampak lebih cerah dan lebih besar. Oleh karena itu, "teleskop-teleskop alam" ini dapat memungkinkan kita untuk menemukan objek yang tak terlihat seperti galaksi kerdil yang jauh.

Hal itulah yang dilakukan tim astronom ini, mereka menggunakan instrumen Wide Field Camera 3 pada Teleskop Antariksa Hubble untuk mengambil gambar tiga gugus galaksi berbeda, salah satunya Abell 1689. Dari gambar-gambar tadi, mereka lalu berhasil menemukan populasi besar galaksi kerdil yang jauh.

Galaksi-galaksi kerdil tersebut diketahui berada ketika alam semesta masih berusia dua sampai enam miliar tahun. Mengetahui waktu kosmik ini sangat penting untuk mengetahui kapan sebenarnya waktu pembentukan bintang yang paling produktif di alam semesta.

Tak hanya sampai di situ, tim astronom ini juga mengumpulkan dan meneliti data spektroskopi dari instrumen Multi-Object Spectrograph for Infrared Exploration (MOSFIRE) yang terdapat pada Observatorium W.M. Keck, Hawaii untuk mengkonfirmasi keberadaan sejumlah besar galaksi kerdil di alam semesta awal ini.

Dan benar saja, setelah dikonfirmasi, tim astronom ini juga sukses mengetahui bawah galaksi-galaksi kerdil ini ternyata 10 hingga 100 kali lebih redup dari galaksi yang sebelumnya telah diamati selama periode waktu tersebut. Meskipun samar, galaksi ini jauh lebih banyak daripada penemuan sebelumnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah galaksi kerdil berevolusi selama periode waktu yang ini sehingga jumlahnya sangat melimpah. Diketahui pula bahwa galaksi kerdil menghasilkan lebih dari setengah dari sinar ultraviolet selama era ini.

Hasil ini menunjukkan bahwa galaksi kerdil memainkan peran penting di era reionisasi. Galaksi-galaksi kerdil ini selanjutnya akan menjadi target utama dari teleskop antariksa generasi berikutnya, terutama James Webb Space Telescope, yang dijadwalkan untuk mulai beroperasi di orbit Bumi pada Oktober 2018.
Sejumlah Besar Galaksi Kerdil Ditemukan di Alam Semesta Awal Sejumlah Besar Galaksi Kerdil Ditemukan di Alam Semesta Awal Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/22/2016 06:27:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.