Ngarai di Titan Dipenuhi Hidrokarbon Cair

Titan. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Sekelompok astronom internasional telah menemukan bahwa, satelit alami terbesar milik Saturnus, Titan memiliki ngarai yang dalam yang dipenuhi dengan hidrokarbon cair, yang mengisyaratkan bahwa kehidupan asing mungkin ada di sana.

"Bumi kita begitu hangat dan berbatu, serta memiliki sungai-sungai air, sementara Titan relatif dingin dan ber-es, serta memiliki sungai-sungai metana. Penemuan ini sangat luar biasa, karena ini pertama kalinya kita menemukan cairan secara langsung di objek selain Bumi," kata anggota tim astronom, Alex Hayes, dari Cornell University.

Tim mengatakan sungai dan ngarai di Titan membentuk jaringan sungai yang disebut Vid Flumina. Setiap ngarai di sana memiliki kedalaman sekitar 0,8 kilometer dan lebarnya antara 244 meter hingga 579 meter. Jaringan sungai ini mengalir ke lautan terbesar di Titan yang bernama Ligeia Mare, yang penuh dengan hidrokarbon metana cair.

Tim astronom ini mampu membuat pengamatan dan penelitiannya berkat data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa Cassini yang mengorbit planet Saturnus. Data tersebut diperoleh pada tahun 2013 yang mengukur topografi Titan.

Kemungkinan Kehidupan di Titan
Diperkirakan terdapat kehidupan di sungai dan ngarai metana cair di Titan, sama seperti organisme di Bumi yang hidup di air. Makhluk tersebut akan menghirup H2 daripada O2, memetabolisasinya dengan asetilen daripada glukosa, dan mengeluarkan metana daripada karbon dioksida.

Walaupun semua kehidupan di Bumi (termasuk metanogen) menggunakan air sebagai pelarut, diperkirakan kehidupan di Titan menggunakan hidrokarbon cair, seperti metana atau etana. Air merupakan pelarut yang lebih kuat daripada metana. Namun, air secara kimiawi juga lebih reaktif, dan dapat memecah molekul organik besar dalam proses hidrolisis. Akibatnya, kehidupan yang menggunakan hidrokarbon sebagai pelarut tidak menghadapi risiko kehancuran biomolekul.

Astrobiolog Christopher McKay pada tahun 2005 menyatakan bahwa jika kehidupan metanogen ada di permukaan Titan, kehidupan tersebut seharusnya memengaruhi rasio troposfer Titan: kandungan hidrogen dan asetilen seharusnya lebih rendah dari yang diduga.

Pada tahun 2010, Darrell Strobel dari Universitas Johns Hopkins menemukan lebih banyak hidrogen molekuler di atmosfer atas Titan daripada atmosfer bawahnya, dan mengusulkan terjadinya aliran ke bawah dengan laju 10^25 molekul per detik dan hilangnya hidrogen di dekat permukaan Titan; seperti yang dinyatakan oleh Strobel, penemuannya sejalan dengan efek yang diperkirakan Chris McKay bila kehidupan metanogen memang ada.

Pada tahun yang sama, penelitian lain menunjukkan kadar asetilen yang rendah di permukaan Titan, yang menurut Chris McKay sesuai dengan hipotesis bahwa organisme di Titan mengonsumsi hidrokarbon. Namun, McKay memperingatkan bahwa penjelasan lain masih lebih mungkin, seperti proses fisik atau kimia yang belum dikenali (seperti katalis permukaan yang menerima hidrokarbon atau hidrogen), atau kekurangan dalam model aliran material saat ini.

Data komposisi dan model aliran perlu dibuktikan lebih lanjut, dan, sesuai dengan prinsip pisau Occam, penjelasan fisik atau kimia lebih dipilih secara daripada penjelasan biologis karena penjelasan katalis kimiawi lebih sederhana daripada kekompleksan kehidupan biologis. Walaupun begitu, McKay menekankan bahwa penemuan salah satu dari keduanya, termasuk katalis yang efektif pada suhu 95 K (−180 °C), merupakan penemuan yang penting.

Hasil penelitian tim astronom ini telah dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters.
Ngarai di Titan Dipenuhi Hidrokarbon Cair Ngarai di Titan Dipenuhi Hidrokarbon Cair Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/01/2016 01:33:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.