Seberapa Panas Matahari Kita?

Perbandingan ukuran Matahari, letupan angin suryanya, dan Bumi. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Matahari adalah bola besar yang terdiri dari plasma dan gas bercahaya yang menghasilkan energi, yang membuat kehidupan di Bumi bisa berlangsung saat ini. Suhu Matahari sangat bervariasi, yang variasinya mungkin belum pernah Anda bayangkan.

Pada inti Matahari, gaya tarik gravitasi menghasilkan tekanan besar dan suhu yang bisa mencapai lebih dari 15 juta derajat Celcius. Atom hidrogen pada inti Matahari ini terkompresi dan terpanaskan bersama-sama, menciptakan helium. Proses ini disebut fusi nuklir.

Fusi nuklir menghasilkan energi dalam jumlah besar. Dari inti, energi ini bergerak ke zona radiatif, zona ini tidak diatur oleh konveksi termal; meski begitu suhunya turun dari kira-kira 7 juta ke 2 juta derajat Celcius seiring bertambahnya jarak dari inti.

Di lapisan terluar Matahari, yakni dari permukaannya sampai kira-kira 200.000 km di bawahnya (70% radius Matahari dari pusat), suhunya lebih rendah daripada di zona radiatif dan atom yang lebih berat tidak sepenuhnya terionisasikan. Akibatnya, transportasi panas radiatif kurang efektif.

Kepadatan gas-gas ini sangat rendah untuk memungkinkan arus konvektif terbentuk. Material yang dipanaskan di sana memanas dan memuai, sehingga mengurangi kepadatannya dan memungkinkan material tersebut naik.

Pengaruhnya, konveksi termal berkembang saat sel panas mengangkut mayoritas panas ke luar hingga fotosfer Matahari. Setelah material tersebut mendingin di fotosfer, kepadatannya meningkat, lalu tenggelam ke dasar zona konveksi.

Di sana material memanfaatkan panas dari atas zona radiatif dan siklus ini berlanjut. Di fotosfer, suhu menurun hingga 5.700 derajat Celcius dan kepadatannya juga turun hingga 0,2 g/m3 (sekitar 1/6.000 kepadatan udara di permukaan laut).

Pada fotosfer juga terdapat sunspot atau bintik matahari di yang suhunya lebih rendah dan warnanya lebih gelap dari daerah sekitarnya. Di pusat bintik Matahari, suhunya dapat serendah 4.000 derajat Celcius.

Bagian Matahari di atas fotosfer disebut sebagai atmosfer Matahari. Atmosfer Matahari sendiri terdiri dari lima zona utama: suhu rendah, kromosfer, wilayah transisi, korona, dan heliosfer. Heliosfer, dianggap sebagai atmosfer terluar tipis Matahari, membentang ke luar melewati orbit Pluto hingga heliopause yang membentuk batas dengan medium antarbintang.

Kromosfer, wilayah transisi, dan korona jauh lebih panas ketimbang permukaan Matahari. Alasannya belum terbukti tepat; bukti yang ada memperkirakan bahwa gelombang Alfvén memiliki energi yang cukup untuk memanaskan korona.

Lapisan terdingin Matahari adalah wilayah suhu rendah yang terletak sekitar 500 km di atas fotosfer dengan suhu kurang lebih 4.100 derajat Celcius. Bagian Matahari ini cukup dingin untuk memungkinkan keberadaan molekul sederhana seperti karbon monoksida dan air, yang dapt dideteksi melalui spektrum penyerapan mereka.

Di atas lapisan suhu rendah ada lapisan setebal 2.000 km yang didominasi spektrum emisi dan jalur penyerapan. Lapisan ini bernama kromosfer. Suhu kromosfer meningkat perlahan seiring ketinggiannya, berkisar sampai 20.000 derajat Celcius di dekat puncaknya. Di bagian teratas kromosfer, helium terionisasikan separuhnya.

Matahari adalah objek terbesar di Tata Surya. Ia merupakan bintang terdekat Bumi yang berada pada jarak kurang lebih 150 juta km. Cahaya dan panas Matahari memakan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai Bumi kita. Dengan kata lain, cahaya Matahari yang mengenai Anda saat membaca artikel ini adalah cahayanya 8 menit yang lalu.
Seberapa Panas Matahari Kita? Seberapa Panas Matahari Kita? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 10/17/2016 12:06:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.