HARI INI 2007: Astronot Pertama dari Asia Tenggara Berhasil Mengangkasa

Astronot Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Tepat 9 tahun yang lalu, astronot pertama dari Asia Tenggara, tepatnya Malaysia, mengangkasa dan menjalani misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Bagaimana kisahnya?

Ialah Sheikh Muszaphar Shukor, seorang pakar kesehatan Malaysia berdarah Melayu. Muszaphar sukses menjadi orang Malaysia pertama yang pergi ke luar angkasa, hal tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi pada 25 September 2007.

Muszaphar bersama Yuri Malenchenko (kosmonot Rusia) dan Peggy Whitson (astronot AS) lepas landas pada 10 Oktober 2007 dari Kosmodrom Baikonur, Kazakstan dengan Soyuz TMA-11 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi Muszaphar ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Malaysia dengan Rusia.

Peluncuran astronot Malaysia ke ISS merupakan bagian dari paket pembelian 18 pesawat tempur Sukhoi milik Rusia oleh Malaysia pada tahun 2003. Malaysia mengadakan pemilihan astronot dari 11.000 calon yang mendaftarkan diri.

Calon yang terpilih menjalani latihan terakhir di Kosmodrom Baikonur. Muszaphar dan tiga calon akhir yang lain dipilih pada awal tahun 2006. Setelah selesai menjalani latihan di Star City, Rusia, Sheikh Muszaphar dipilih sebagai calon utama astronot pertama Malaysia, sementara Faiz Khaleed dijadikan calon cadangan.

Misi Ilmiah di Gravitasi Mikro

Kapsul antariksa Soyuz TMA-11 yang mengangkut Sheikh Muszaphar, Whitson, dan Malenchenko, meluncur dengan sukses pada pukul 20:22 WIB pada Rabu, 10 Oktober 2007. Sesuai rencana, Muszaphar menjalani misi di ISS selama 12 hari sebelum akhirnya kembali ke Bumi.

Sheikh Muszaphar menjalankan percobaan-percobaan di bidang kesehatan di dalam ISS, yaitu karakteristik dan perkembangan sel-sel kanker hati dan leukimia, serta kristalisasi berbagai protein dan mikroba pada gravitasi mikro di orbit Bumi.

Eksperimen yang berhubungan dengan kanker hati, leukimia dan mikroba akan menguntungkan ilmu pengetahuan dan penelitian kedokteran secara umum, sedangkan percobaan mengenai kristalisasi protein, dalam hal ini lipase, akan menguntungkan industri Malaysia secara langsung.

Lipase adalah tipe enzim protein yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk mulai dari tekstil hingga kosmetik. Menurut surat kabar Malaysia The Star peluang menumbuhkan lipase di luar angkasa akan memberikan kesempatan bagi ilmuwan Malaysia untuk mengembangkan industri senilai RM 7,7 miliar (sekitar 21 triliun Rupiah).

Perjalanan Luar Angkasa dan Agama

Karena Sheikh Muszaphar adalah seorang Muslim, dan masa perjalanan misi ke ISS-nya bertepatan dengan bulan Ramadhan kala itu, Dewan Fatwa Nasional Malaysia telah mengeluarkan buku panduan untuk Muslim di luar angkasa.

Buku ini mengatur tata cara salat di luar angkasa (tepatnya di dalam ISS), bagaimana mencari kiblat dari ISS, bagaimana menentukan waktu salat, dan bagaimana berpuasa. Selain itu, Sheikh Muszaphar juga saat itu merayakan Idulfitri di luar angkasa. Ia bahkan sempat membawa bekal sate dan kue untuk dibagi-bagikan kepada anggota misi yang lain pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 untuk merayakan Idulfitri.

Hingga saat ini, belum ada lagi astronot dari Asia Tenggara yang bisa meluncur ke ISS. Apakah Anda astronot selanjutnya? Atau Anda justru salah satu yang berpikir Bumi dilingkupi kubah sehingga Anda tidak bisa ke luar angkasa? Tak apa, luar angkasa memang bukan untuk manusia primitif.

Wikipedia.org, Islam.gov.my, Spacedaily.com
HARI INI 2007: Astronot Pertama dari Asia Tenggara Berhasil Mengangkasa HARI INI 2007: Astronot Pertama dari Asia Tenggara Berhasil Mengangkasa Reviewed by Riza Miftah Muharram on 10/10/2016 12:48:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.