Apa Jadinya Saat Dua Galaksi Bertabrakan?

Tabrakan galaksi NGC 4038 dengan NGC 4039 di rasi bintang Corvus. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Jika pada malam hari Anda pergi ke tempat yang jauh dari cahaya lampu kota, Anda akan melihat ribuan bintang berkelap-kelip. Tiap bintang yang kita lihat itu merupakan bagian dari galaksi tempat tinggal kita, yaitu galaksi Bima Sakti.

Di luar galaksi Bima Sakti, miliaran galaksi mengisi seluruh wilayah alam semesta. Masing-masing galaksi merupakan kumpulan jutaan bintang serta debu dan gas kosmik yang terikat bersama-sama oleh gravitasi. Bentuk galaksi tersebut juga bermacam-macam; banyak galaksi yang berbentuk pipih berpilin (spiral), seperti misalnya galaksi Bima Sakti, galaksi lentikular, galaksi eliptik, hingga galaksi dengan bentuk tak beraturan.

Galaksi spiral semacam Bima Sakti ini sangatlah tipis dan seringkali terlihat mempunyai lengan spiral yang bergelung di sekeliling pusatnya yang menggembung. Galaksi spiral juga berputar sangat cepat bagai gasing raksasa.

Jumlah galaksi spiral yang begitu banyak menjadi misteri besar bagi para astronom. Piringan-piringan galaksi itu rapuh dan mudah dikacaukan oleh peristiwa dahsyat yang menghancurkan, misalnya tabrakan dengan galaksi lain.

Dalam masa hidupnya, hampir semua galaksi akan menjadi korban tabrakan dengan galaksi lain, atau menjadi pelaku penabrak galaksi lain. Tabrakan itu bisa berarti dua galaksi saling menabrak, bentuknya berubah dan menimbulkan terjadinya kelahiran bintang secara besar-besaran. Atau, bisa juga berarti kedua galaksi berpapasan dengan jarak sangat dekat dan tarikan gravitasi akan saling mempengaruhi keduanya.

Selama bertahun-tahun, para astronom meyakini bahwa saat dua galaksi spiral yang besarnya hampir sama bertabrakan, keduanya akan melebur menjadi galaksi tipe lain, yaitu galaksi eliptik yang berbentuk seperti bola rugby raksasa.

Akan tetapi, kalau dua galaksi spiral membentuk satu galaksi eliptika, kenapa masih ada banyak galaksi spiral di alam semesta ini? Pertanyaan ini sudah bikin astronom tidak bisa tidur sepanjang malam selama puluhan tahun!

Namun, belum lama ini, akhirnya para astronom menemukan jawabannya. Bukti baru menunjukkan bahwa tabrakan itu ternyata juga dapat menciptakan galaksi spiral raksasa, bukan hanya galaksi eliptik. Mungkin itu sebabnya masih ada banyak galaksi spiral di alam semesta.
Apa Jadinya Saat Dua Galaksi Bertabrakan? Apa Jadinya Saat Dua Galaksi Bertabrakan? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 10/03/2016 10:59:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.