Bulan Hitam 2016: Apa dan Bagaimana

Ilustrasi. Kredit: Starry Night
Info Astronomy - Anda mungkin pernah mendengar istilah Blue Moon atau Bulan Biru, yang mana merupakan julukan untuk Bulan Purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender. Tapi, pernahkah Anda mendengar istilah Black Moon atau Bulan Hitam?

Bulan Hitam mungkin terasa asing bagi sebagian orang, karena memang istilah ini bukan merupakan istilah dari astronomi, melainkan astrologi. Walau begitu, beberapa astronom cukup sering menggunakan istilah Bulan Hitam. Sejauh ini belum ada definisi yang tepat atau ditetapkan tentang apa itu Bulan Hitam.

Lain halnya dengan Bulan Biru yang merupakan julukan untuk fase Bulan Purnama kedua dalam satu bulan kalender, Bulan Hitam adalah julukan untuk fase Bulan Baru kedua dalam satu bulan kalender. Bulan hanya membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari untuk sekali mengitari Bumi, lebih pendek dari sebulan masehi yang rata-rata 30 hari.

Dengan begitu, ada masanya ketika fase Bulan Baru terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Pada September 2016 ini, fase Bulan Baru sudah terjadi pada tanggal 1 September 2016, dan fase Bulan Baru selanjutnya akan muncul lagi pada 30 September 2016 pukul 17:11 PDT (atau 1 Oktober 2016 07:11 WIB di Indonesia, sehingga sepertinya tidak sah disebut Bulan Hitam).

Karena Bulan Hitam merujuk pada fase Bulan Baru, maka Bulan tidak akan terlihat di langit. Di fase Bulan Baru, permukaan Bulan yang tersinari Matahari akan membelakangi Bumi. Beberapa jam setelah Bulan Baru, nantinya akan terlihat hilal, yang menandakan awal tahun baru 1 Muharram 1438 H.
Bulan Hitam 2016: Apa dan Bagaimana Bulan Hitam 2016: Apa dan Bagaimana Reviewed by Riza Miftah Muharram on 9/23/2016 07:33:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.