Planet di Zona Laik Huni Belum Tentu Bisa Dihuni

Ilustrasi. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Info Astronomy - Sejauh ini telah banyak planet-planet di luar Tata Surya kita yang dianggap berada pada zona laik huni (Goldilocks Zone) bintang induknya, tapi apakah semua planet asing tersebut memang bisa dihuni? Jawabannya mungkin bisa iya, bisa juga tidak, alias belum tentu.

Kelaikhunian planet adalah ukuran potensi dari planet atau satelit alami untuk mendukung kehidupan. Kehidupan mungkin berkembang dengan sendirinya pada suatu planet atau satelit alami, atau mungkin juga ditransfer dari planet atau benda langit lain, suatu proses teoretis yang dikenal sebagai panspermia.

Karena eksistensi kehidupan luar Bumi masih belum pasti adanya, sebagian besar kelaikhunian planet adalah perhitungan dari kondisi di Bumi dan karakteristik Matahari dan Tata Surya yang tampaknya menguntungkan makhluk hidup untuk berkembang, khususnya faktor-faktor yang menopang makhluk hidup yang kompleks, organisme multiselular, tidak hanya yang sederhana, organisme uniselular.

Penelitian dan teori dalam hal ini adalah komponen dari ilmu planet dan disiplin yang muncul dari astrobiologi. Jadi, bagaimana syarat planet atau satelit alami yang mungkin bisa dihuni atau bahkan berpenghuni?

Syarat mutlak untuk adanya kehidupan adalah sumber energi, dan gagasan kelaikhunian planet menunjukkan bahwa kriteria lain dari geofisika, geokimia, dan astrofisika harus dipenuhi sebelum suatu planet atau satelit alami dapat mendukung kehidupan.

Pada astrobiologi, telah didefinisikan kriteria kelaikhunian utama sebagai "daerah luas untuk air, kondisi yang baik untuk terhubungnya molekul-molekul organik kompleks, dan sumber energi untuk menyokong metabolisme."

Dalam menentukan potensi kelaikhunian suatu planet atau satelit alami, studi terfokus kepada komposisi, sifat orbit, atmosfer, dan interaksi kimia yang potensial pada planet maupun satelit alami tersebut. Serta juga karakteristik bintang induknya yang penting mencakup massa dan luminositas, variabilitas yang stabil, dan tingkat logam yang tinggi.

Planet ataupun satelit alami terestrial atau bebatuan dengan potensi kimiawi mirip Bumi adalah fokus utama dalam penelitian astrobiologi, meskipun teori kelaikhunian yang lebih spekulatif kadang mempertimbangkan biokimia alternatif dan jenis lain dari sebuah objek semesta.

Jadi, meskipun sebuah planet atau satelit alami berada di zona laik huni bintang induknya, bukan berarti mereka benar-benar laik huni atau bahkan berpenghuni. Bulan misalnya, satu-satunya satelit alami milik Bumi kita, yang berada di zona laik huni Matahari bersama Bumi, bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.
Planet di Zona Laik Huni Belum Tentu Bisa Dihuni Planet di Zona Laik Huni Belum Tentu Bisa Dihuni Reviewed by Riza Miftah Muharram on 8/30/2016 09:23:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.