Mengenal Zona Laik Huni Galaksi

Ilustrasi zona laik huni galaksi. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Zona laik huni atau biasa disebut dengan istilah Goldilocks Zone umumnya mengacu pada wilayah orbit di sekeliling sebuah bintang yang dapat mempertahankan air dalam wujud cair pada sebuah planet ataupun benda angkasa lain. Tapi tahukah Anda dengan zona laik huni galaksi?

Teori zona layak huni galaksi menyatakan bahwa ada faktor lain yang menentukan sebuah bintang untuk memiliki planet yang laik huni atau yang mampu memiliki kehidupan.

Kita dapat memastikan bahwa Matahari termasuk dalam bintang generasi kedua atau lebih karena kaya akan elemen-elemen berat serta memiliki planet berbatu yang mengorbitnya, terlebih Matahari memiliki planet yang memiliki bentuk kehidupan kompleks seperti di Bumi.

Sementara bintang generasi pertama memiliki komposisi yang sangat sederhana yaitu hidrogen dan helium saja yang merupakan elemen ringan. Bintang generasi pertama diperkirakan tidak memiliki planet yang mengorbitnya, terlebih planet berbatu, karena elemen berat pembentuknya belum tersedia di alam semesta.

Hidrogen dan helium termasuk dalam kategori elemen yang sangat ringan. Hidrogen dan helium yang mengalami reaksi fusi pada bintang akan membentuk elemen-elemen yang lebih berat yaitu karbon dan oksigen. Astronom menyebut elemen-elemen yang lebih berat dari hidrogen dan helium sebagai 'metal'.

Setelah karbon dan oksigen terbentuk, mereka juga akan mengalami reaksi fusi yang akhirnya membentuk elemen-elemen yang lebih berat lagi seperti magnesium, sodium, neon, silikon, sulfur dan akhirnya besi. Dengan kata lain bintang merupakan sebuah prosesor raksasa yang menghasilkan elemen-elemen pembentuk kehidupan di seluruh penjuru galaksi.

Saat sebuah bintang yang sudah mulai membentuk besi akan terjadi sebuah "pertempuran" pada intinya. Inti bintang akan semakin berat dengan semakin banyaknya metal. Energi yang dihasilkan oleh reaksi fusi bergerak keluar untuk mempertahankan bintang, sedangkan gaya gravitasi terus menekan ke inti. Pada akhirnyabBintang tersebut akan mengalami supernova dan menebar benih-benih kehidupan ke seluruh penjuru galaksi.

Dibutuhkan kematian untuk menghasilkan sebuah kehidupan yang baru. Metal yang telah ditebar oleh kematian sebuah bintang tersebut akan membentuk bintang baru yang memiliki planet berbatu. Satu-satunya jenis kehidupan yang kita ketahui membutuhkan planet berbatu yang terdiri dari bermacam-macam metal agar dapat membentuk dan mempertahankan kehidupan.

Karbon yang terdapat pada sel tubuh kita, oksigen yang kita hirup, kalsium pada tulang kita, dan zat besi pada sel darah merah kita berasal dari ledakan supernova dari bintang kuno raksasa. Kita adalah debu bintang!

Jadi, Apa Itu Zona Laik Huni Galaksi?

Galactic Habitable Zone atau zona laik huni galaksi merupakan zona di sebuah galaksi di mana bintang-bintang generasi kedua memiliki planet laik huni atau mampu menopang kehidupan. Diperkirakan zona laik huni galaksi Bima Sakti terletak antara 13.000–35.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Bagian utama dari zona tersebut adalah 20.000–29.000 tahun cahaya dari pusat, di mana Matahari dan Bumi kita terletak kira-kira pada 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Lokasi tersebut merupakan lokasi yang pas agar kehidupan bisa berkembang biak, contohnya adalah kehidupan di Bumi ini.

Bintang-bintang di pusat galaksi sangat berdekatan satu sama lain. Jarak yang terlalu berdekatan ini akan berakibat pada gangguan gravitasi serta radiasi yang terlalu banyak. Dengan gangguan tersebut, kehidupan seperti yang kita ketahui akan sulit untuk berkembang.

Jika Matahari berada di dekat pusat galaksi, orbit planet serta benda langit di sekitar Matahari akan terganggu. Komet-komet pada Awan Oort yang terpengaruh dengan gangguan gravitasi tersebut akan terlontar dan meningkatkan kemungkinan untuk menabrak Bumi. Paparan radiasi juga akan meningkat drastis yang tentunya sangat berbahaya untuk kelangsungan kehidupan seperti kita.

Sementara kondisi pada tepian galaksi merupakan kebalikan dari pusatnya. Bintang-bintang teletak relatif berjauhan satu sama lain, serta sangat sedikit bintang masif yang telah meledak. Hal tersebut mempersulit kehidupan untuk berkembang karena jumlah metal yang sedikit serta jarak yang mempersulit distribusi metal pada ruang antar bintang.

Berdasarkan penelitian, bintang yang kaya akan metal memiliki peluang besar untuk membentuk planet yang mengorbit padanya. Bintang-bintang yang miskin akan metal memiliki peluang kecil untuk dapat membentuk planet.

Dengan kata lain, yang menentukan zona laik huni galaksi adalah wilayah di mana terdapat banyak distribusi metal, jauh dari bahaya seperti radiasi dan gangguan gaya gravitasi, serta memiliki jarak yang pas antar bintang-bintang di sekelilingnya. Zona tersebut memiliki banyak bintang masif yang telah meledak serta banyak bintang yang kaya akan metal terbentuk dari sisa-sisa ledakan tersebut.

Posisi Matahari yang Sangat Pas

Seperti yang telah disinggung, Matahari kita kaya akan metal. Bahkan menurut para astronom Matahari terlalu kaya akan metal untuk bintang seusianya. Pada dasarnya kaya atau tidaknya sebuah bintang akan metal ditentukan oleh usia dari bintang tersebut.

Bintang generasi tua cenderung memiliki metal yang lebih sedikit dibanding dengan bintang-bintang generasi muda yang baru terbentuk. Astronom memperkirakan Matahari terbentuk pada wilayah yang sangat kaya akan metal, kemudian bermigrasi ke orbitnya yang sekarang.

Teori zona laik huni galaksi menambah rentetan "keberuntungan" kita. Kita sangat beruntung karena Bumi terbentuk dari elemen-elemen yang tepat dan pas untuk membentuk dan mendukung kehidupan. Tidak cukup dengan elemen pembentuknya, Bumi juga memiliki orbit pada Goldilocks Zone Matahari. Tanpa susunan metal dalam jumlah yang tepat, Matahari juga tidak mampu membentuk planet Bumi.

Belum cukup sampai jumlah metal yang tepat, orbit Matahari saat ini sangat pas dan nyaman untuk membentuk dan mempertahankan kehidupan. Dengan perkiraan 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, kita terhindar dari brutalnya radiasi serta gangguan gravitasi pada pusat.

Kita juga aman dari ancaman bahaya melintasi daerah lengan-lengan spiral galaksi yang memiliki kepadatan akan gas serta materi-materi luar angkasa. Kepadatan gas serta materi pada lengan spiral menimbulkan radiasi serta gangguan gravitasi yang tidak kalah hebatnya dengan yang terjadi pada pusat galaksi.

Ditulis oleh: Ossy Krishyulia Yasmine (@Ossyjasmine)
Mengenal Zona Laik Huni Galaksi Mengenal Zona Laik Huni Galaksi Reviewed by Kontributor on 8/29/2016 02:36:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.