Solstis Musim Panas 21 Juni 2016: Apa dan Bagaimana

Orang-orang berkumpul di Stonehenge untuk melihat Matahari terbenam di Solstis Juni. Kredit: Getty Images
Info Astronomy - Bumi kita akan memasuki solstis Juni, sebuah peristiwa yang menandakan awal musim panas untuk belahan Bumi utara dan musim dingin di belahan Bumi selatan. Solstis Juni ini bakal terjadi tepatnya pada 20 Juni 2016 pukul 22:34 UTC atau pada 21 Juni 05:34 WIB. Adakah pengaruhnya untuk Indonesia?

Untuk orang-orang yang tingga di belahan Bumi utara, di solstis Juni akan merasakan siang hari yang lebih panjang, dan malam hari yang singkat. Sementara di belahan Bumi selatan adalah kebalikannya. Dan untuk wilayah tropis yang berada di ekuator seperti Indonesia, efek solstis Juni tidak terlalu terasa.

Di Indonesia, Matahari akan tetap terbit sekitar pukul 06:00 dan selalu terbenam sekitar pukul 18:00. Ini karena letak Indonesia di daerah ekuator: 6° LU dan 11° LS. Perbedaan kala siang dan malam di Indonesia akan baik-baik saja.

Sedangkan di belahan Bumi utara dan selatan, hal seperti di Indonesia ini tidak terjadi setiap hari. Pada musim dingin, siang hari bisa terjadi hanya beberapa jam saja–kurang dari 12 jam–sisanya malam. Sedangkan pada musim panas, yang terjadi sebaliknya, malam hari hanya beberapa jam, sekitar 6-7 jam tergantung lintang dan sisanya siang.

Matahari terbit sebelum pukul 06:00 dan terbenam lebih dari pukul 21:00 malam. Semakin dekat ke kutub, semakin lama siang, dan di lingkar kutub, siang terjadi 24 jam selama 6 bulan pada musim panas, dan malam selama 24 jam untuk 6 bulan pada musim dingin.
Orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kredit: NOAA
Hal ini membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari. Revolusi Bumi dan rotasi Bumi terjadi sepanjang tahun, tetapi pusat rotasi Bumi tidak tegak lurus pada porosnya, melainkan miring 23.5° dari sumbu rotasi sehingga tidak semua area di Bumi mendapat panas yang sama di satu waktu. Pada musim dingin di belahan Bumi selatan, Matahari 'lebih dekat' dengan utara (gambar kanan). Akibatnya cahaya yang didapat lebih sedikit dan suhu di selatan menjadi dingin.

Lalu, pada musim gugur dan semi, (gambar bawah dan atas) Matahari tepat di ekuator dan suhu mulai menghangat. Kemudian, pada musim panas (gambar kiri), Matahari 'lebih dekat' ke selatan, sehingga suhu naik dan terjadi musim panas.

Karena itulah pada saat bagian Bumi selatan mengalami musim dingin, maka belahan Bumi utara mengalami musim panas, dan juga sebaliknya bagi semua musim. Di ekuator, tidak ada perubahan signifikan karena ini. Kita hanya akan mengalami musim peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

Solstis Juni 2016 di belahan Bumi utara disebut solstis musim panas (summer solstice), dan di belahan Bumi selatan disebut solstis musim dingin (winter solstice). Biasanya akan ada karnaval atau perayaan di negara-negara Eropa, Amerika dan negara-negara lain yang terkena "dampak" solstis setiap tahunnya.

Jadi, tidak ada efek negatif apapun dari solstis Juni nanti. Bumi kita akan baik-baik saja karena ini memang peristiwa periodik setiap tahunnya. Selamat solstis Juni!
Solstis Musim Panas 21 Juni 2016: Apa dan Bagaimana Solstis Musim Panas 21 Juni 2016: Apa dan Bagaimana Reviewed by Riza Miftah Muharram on 6/19/2016 09:07:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.