Lubang Hitam Supermasif Ada di Mana-mana di Alam Semesta

Ilustrasi lubang hitam. Kredit: Wikimedia Commons
Info Astronomy - Para astronom telah menemukan sebuah lubang hitam supermasif, yang memiliki massa sekitar 17 miliar kali lebih besar dari massa Matahari, pada sebuah galaksi yang berukuran tidak terlalu besar. Hal ini lantas membuat para astronom berpikir bahwa lubang hitam supermasif mungkin jauh lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, lubang hitam supermasif hanya terdapat di setiap pusat sebuah galaksi, termasuk galaksi kita, Bima Sakti. Lubang hitam sendiri adalah sebuah benda dengan gravitasi yang amat sangat kuat sehingga bahkan foton cahaya tidak dapat melarikan diri dari tarikan gravitasinya. Cahaya saja tak dapat lolos, sehingga benda ini sangat gelap, maka disebutlah lubang hitam (black hole).

Lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan sejauh ini memiliki massa sekitar 21 miliar kali lebih besar dari massa Matahari. Sebagai perbandingan, lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti, bernama Sagitarius A*, memiliki massa sekitar 4 juta kali massa Matahari.

Sementara itu, lubang hitam supermasif yang baru ditemukan para astronom ini terletak di sebuah galaksi yang agak terisolasi dan berukuran tidak terlalu besar yang dikenal sebagai galaksi NGC 1600. Galaksi ini telah dipelajari para astronom sebagai bagian dari survei 100 galaksi yang terletak tidak jauh dari 300 juta tahun cahaya dari Bumi.

"Dari 100 galaksi yang kami survei, hampir seluruh galaksi ini mungkin memiliki lubang hitam supermasif di pusat-pusat mereka. Selanjutnya kami ingin tahu seberapa besar lubang hitam pada galaksi-galaksi ini, dan apakah ada yang lebih besar dan lebih kuat seperti yang kami temukan di NGC 1600," tulis astronom Chung-Pei Ma dari Universitas California Berkeley seperti dikutip dari Discovery News.

Lubang hitam supermasif di galaksi NGC 1600 berukuran sangat besar. Kira-kira 10 kali lebih besar dari yang para astronom perkirakan sebelumnya. Biasanya, lubang hitam supermasif bisa mencapai sekitar 0,2 persen dari massa galaksi induknya. Sedangkan lubang hitam NGC 1600 cukup aneh, ia mencapai 2,1 persen dari massa galaksi induknya!

Chung-Pei dan rekan-rekannya percaya bahwa NGC 1600 sebenarnya adalah sisa quasar. Sebuah quasar adalah fase yang paling aktif dari lubang hitam supermasif; ketika material-material 'tersedot' lubang hitam, lubang hitam akan memanas dan memancarkan jet yang kuat dan bercahaya. NGC 1600 mungkin pernah sangat terang, tetapi saat ini sudah jauh lebih redup.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature pekan ini.
Lubang Hitam Supermasif Ada di Mana-mana di Alam Semesta Lubang Hitam Supermasif Ada di Mana-mana di Alam Semesta Reviewed by Riza Miftah Muharram on 4/07/2016 11:04:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.