Hujan Meteor Sebulan Penuh Eta Aquarid: Apa dan Bagaimana

Hujan meteor Perseid 2013. Kredit: Mike Black
Info Astronomy - Apa itu hujan meteor? Hujan meteor merupakan peristiwa melesatnya meteor di langit, namun karena jumlahnya banyak maka disebut hujan meteor, dalam bahasa Inggris disebut meteor shower. Belakangan tersebar informasi hujan meteor Eta Aquarid bakal terjadi selama sebulan penuh. Benarkah? Dan apakah berbahaya?

Sebenarnya, hujan meteor merupakan peristiwa periodik, yakni peristiwa yang berulang tiap tahun. Dengan kata lain, tahun lalu juga ada hujan meteor Eta Aquarid, bahkan tahun di mana Anda dilahirkan mungkin juga sudah ada hujan meteor Eta Aquarid. Jadi, masih merasa ini peristiwa spesial? Kalau kami, tentu masih!

Setidaknya, setiap tahun ada 11 peristiwa hujan meteor yang berbeda, yang terlihat dari Januari hingga Desember, Anda dapat melihat jadwal 11 peristiwa hujan meteor dengan klik tautan ini.

Hujan meteor Eta Aquariid merupakan satu dari dua hujan meteor yang diketahui berulang setiap tahunnya sebagai akibat dari perjalanan Bumi yang melintasi debu komet Halley. Hujan meteor lainnya yang juga terjadi ketika Bumi melintasi komet Halley adalah hujan meteor Orionid yang terjadi setiap bulan Oktober.

Hujan meteor Eta Aquarid berlangsung dari tanggal 19 April hingga 28 Mei tiap tahunnya dan akan tampak muncul dari arah bintang Eta Aquarid di rasi bintang Aquarius. Hujan meteor Eta Aquarid bisa dinikmati oleh masyarakat di Indonesia menjelang fajar karena titik radian meteor tersebut baru terbit jam 02:30 WIB dini hari. Jadi pengamat berkesempatan untuk menikmati Eta Aquarid sebelum fajar menyinsing.
Titik radian hujan meteor Eta Aquarid. Ilustrator: InfoAstronomy.org
Walaupun betitik radian di bintang Eta Aquarid di rasi bintang Aquarius, Anda tidak perlu terus-terusan mengamati titik radian tersebut. Sebab menurut pengamatan kami tahun lalu (dan pada setiap hujan meteor lain), kemunculan meteor-meteor bisa datang dari segala penjuru langit.

Seperti dikatakan di atas, hujan meteor Eta Aquarid akan terjadi satu bulan lebih lamanya. Namun, puncak aktivitas hujan meteor Eta Aquarid hanya berlangsung pada tanggal 5 Mei. Pada malam puncak, hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan akan mencapai intensitas 70 meteor per jam (berkisar antara 40–85 meteor per jam). Intensitas saat bukan malam puncak akan menurun, mungkin hanya 5-10 meteor per jam.

Tempat terbaik untuk bisa menikmati hujan meteor Eta Aquarid adalah lokasi yang terbuka seperti di lapangan, pegunungan atau di lantai dua rumah. Selain itu juga lokasi tersebut haruslah gelap (lebih tepatnya benar-benar gelap) dan tidak ada polusi cahaya sama sekali. Hal tersebut sangat berpengaruh pada kenampakan meteor.

Anda tidak membutuhkan alat bantu pengamatan seperti binokuler ataupun teleskop, sebab pergerakan meteor yang begitu cepat justru akan merepotkan jika diamati dengan alat-alat tersebut. Cukup berbaring sambil mengamati langit malam, jauhkan diri Anda dari gadget, dan mulailah adaptasi mata dengan langit minimal 30 menit untuk mendapatkan meteor pertama Anda.

Peristiwa hujan meteor Eta Aquarid tidak berbahaya. Ini karena meteor yang melintas hanya seukuran batu kerikil sehingga akan terbakar habis di atmosfer sebelum mencium permukaan Bumi.

Catatan Editor: Kami akan tur ke Gunung Prau, Dieng pada 1, 2 dan 3 Mei 2016 untuk mengamati hujan meteor ini. Mau ikut? Silakan daftar di sini: JejakLangit.com/tour
Hujan Meteor Sebulan Penuh Eta Aquarid: Apa dan Bagaimana Hujan Meteor Sebulan Penuh Eta Aquarid: Apa dan Bagaimana Reviewed by Riza Miftah Muharram on 4/23/2016 03:00:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.