Sisi Fisika dari 'Starkiller Base'

Starkiller Base pada Star Wars: The Force Awakens. Kredit: Deviantart
Perhatian: Artikel ini mengandung spoiler film Star Wars: The Force Awakens. Jika Anda tidak ingin membaca spoiler, silakan tinggalkan halaman ini.

Info Astronomy - Starkiller Base, sebuah markas besar First Order yang dibangun setelah kehancuran Death Star II di Endor, memiliki ukuran lebih dari dua kali ukuran stasiun pertempuran sebelumnya, dan secara signifikan lebih kuat. Kekuatan Starkiller Base pada film The Force Awakens mampu melenyapkan lima planet sekaligus. Mungkinkah benda ini benar-benar ada? Berikut sisi fisikanya.

Semua kekuatan Starkiller Base berasal dari reaktor nuklir terbesar di galaksi. Tapi berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk membuat benda raksasa di dunia nyata?

Nama "Starkiller" sendiri, menurut Star Wars Wiki, diambil karena benda ini menguras material bintang untuk mengisi amunisi raksasanya. Ketika Starkiller Base menguras sebuah bintang, kejadiannya sama persis ketika sebuah bintang terlalu dekat dengan lubang hitam, lapisan panas dan hidrogen dari bintang tersebut terhisap seluruhnya hingga bintang lenyap.

Mungkin First Order telah menemukan cara untuk meningkatkan gravitasi dari Starkiller Base yang dibangun di dalamnya, sehingga menciptakan 'rasa lapar' seperti lubang hitam untuk melahap bintang terdekat. Starkiller Base bisa memanfaatkan seluruh energi sebuah bintang untuk kejahatan di galaksi yang jauh, jauh sekali.

Sebuah bintang dapat terbakar selama miliaran tahun karena adanya reaksi fusi nuklir. Fusi terjadi ketika kombinasi tekanan dan suhu yang ekstrim bergolak di inti bintang. Hasilnya adalah terbentuknya atom baru, hidrogen menjadi helium, lalu melepaskan energi yang besar di permukaannya. Matahari misalnya, melepaskan energi yang cukup untuk seluruh populasi manusia 700.000 kali lebih setiap detik.

Dalam The Force Awakens, Starkiller Base menguras seluruh bintang untuk mengisi senjatanya, jadi jenis energi apa yang dikuras Starkiller Base dari sebuah bintang? Mari kita berasumsi bahwa Starkiller Base menguras seluruh material dan bahan bakar pada sebuah bintang, sementara dalam inti Starkiller Base (entah bagaimana) mengalihkan pelepasan energi.

Itulah skenario yang diajukan oleh Dr. Kenneth G. Carpenter, astrofisikawan NASA yang saat ini bekerja pada Operasi Proyek Ilmuwan untuk Teleskop Antariksa Hubble. Jika bintang bisa dikuras dalam film The Force Awakens, energi dari senjata tersebut benar-benar bisa dengan mudah menghancurkan lima planet dalam sebuah sistem bintang sekaligus.

Dr. Carpenter menjelaskan, Matahari kita terdiri dari 73 persen hidrogen. Dan ketika hidrogen tersebut bereaksi fusi, 99,3 persen menjadi helium. Sisanya diubah menjadi energi baku menurut persamaan terkenal Einstein, E = mc2. Itu hanya sebagian kecil, tapi lebih dari cukup untuk senjata Starkiller Base.

"Jika semua hidrogen di Matahari menyatu menjadi helium," kata Carpenter, "Energi ini akan setara dengan 8,7 x 10^44 Joule."

870 juta triliun triliun triliun Joule adalah jumlah energi raksasa, energi yang lebih besar dari sebuah ledakan supernova. Tapi apakah itu cukup untuk menghancurkan sebuah planet, apalagi lima? Jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghancurkan planet telah terjawab, yakni sekitar 2 x 10^32 Joule, menurut Dr. Carpenter.

First Order benar-benar keji. Pilihan yang bagus bagi Finn untuk memberontak. There has been an awakening, have you felt it?
Sisi Fisika dari 'Starkiller Base' Sisi Fisika dari 'Starkiller Base' Reviewed by Riza Miftah Muharram on 1/10/2016 07:00:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.