Desember 2015 Bakal Dihiasi Dua Peristiwa Hujan Meteor

Hujan meteor Geminid tahun 2012. Kredit: Wally Pacholka
Info Astronomy - Memasuki bulan Desember, peristiwa-peristiwa langit tentunya masih akan terjadi. Salah satu peristiwa langit pada Desember 2015 adalah hujan meteor. Tapi tidak hanya satu, melainkan ada dua hujan meteor. Yakni hujan meteor Geminid dan hujan meteor Ursid!

Apa itu Hujan Meteor?
Hujan meteor adalah fenomena astronomis yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya.

Hujan Meteor Pertama, Geminid!
Hujan meteor Geminid terjadi disebabkan karena Bumi melewati sisa-sisa debu dari jejak sebuah asteroid bernama 3200 Phaethon yang pernah melintas orbit Bumi. Sisa-sisa debu asteroid inilah yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar sehingga menyebabkan terjadinya fenomena hujan meteor Geminid.

Hujan meteor Geminid dimulai sekitar tanggal 7 Desember dan mencapai puncaknya pada sekitar tanggal 13-14 Desember. Intensitas dari hujan meteor Geminid ketika mencapai puncak aktivitasnya berkisar antara 50 hingga 80 meteor per jam (ZHR).

Hujan meteor Geminid ini dapat dilihat di konstelasi Gemini. Konstelasi Gemini itu sendiri berada sekitar 20° ke timur laut atau kira kira 2 kepal tangan orang dewasa dari Orion, lebih tepanya dari bintang Betelgeuse. Apabila anda mengetahui konstelasi Canis Minor, maka Gemini ini berada tepat di sebelah Utaranya. Lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Rasi bintang Gemini. Kredit: KafeAstronomi
Hujan Meteor Kedua, Ursid!
Hujan meteor di bulan Desember, ya pasti kita semua langsung berpikir tentang Hujan Meteor Geminid, hujan meteor paling produktif dari semua peristiwa hujan meteor tahunan.

Namun, ada juga hujan meteor terkenal lainnya di bulan Desember yang sayangnya tidak banyak disorot, yakni Hujan Meteor Ursid. Peristiwa hujan meteor  tersebut akan mencapai puncaknya pada 22 Desember 2015 di langit bagian Utara.

Hujan meteor ini mendapatkan namanya karena mereka terlihat berasal dari kawasan sekitar bintang oranye terang Kochab, di konstelasi Ursa Minor. Kochab adalah bintang paling terang (yang lainnya adalah Pherkad), yang tampaknya berbaris dalam lingkaran seperti penjaga di sekitar Polaris, Bintang Utara.

Meteor ini juga kadang-kadang disebut "Umids," dalam upaya untuk memerjelas bahwa mereka terpancar dari Ursa Minor, bukan Ursa Major. Intensitas ketika puncak aktivitasnya diperkirakan ada 15-30 meteor per jam (ZHR).

Hujan meteor ini terbuat dari sisa debu yang dilepaskan oleh komet 8P/Tuttle, yang mengelilingi Matahari setiap 13,6 tahun dan terakhir terlihat pada awal 2008. Sisa debu atau debris dari komet ini memasuki atmosfer Bumi, lalu terbakar, dan jadilah meteor terang di langit.

Bagaimana Cara Mengamati Hujan Meteor?
Pergerakan meteor pada peristiwa hujan meteor hanya terliat sekejap mata saja, jadi kita hanya untung-untungan untuk bisa mendapatinya. Hal ini juga yang membuat pengamatan hujan meteor tidak butuh alat bantu seperti teleskop. Jadi cukup dengan mata telanjang saja.

Bagaimana tata cara pengamatan hujan meteor yang benar itu dan mana saja arahnya? Apakah terpaku pada rasi bintang yang menjadi nama hujan meteornya atau tidak? Berikut tipsnya:

Pertama, hujan meteor lebih baik disaksikan di waktu tengah malam sekitaran pukul 00.00 - 05.00 waktu setempat karena kebanyakan jenis hujan meteor yang terjadi di Indonesia terjadi pada jam-jam itu. Hal ini juga didukung langit yang sudah benar-benar gelap.

Kedua, auhi tempat pengamatan di daerah polusi cahaya lampu, karena cahaya lampu bisa membuyarkan cahaya dari kilatan meteor apalagi kalau kita tinggal di kota besar, maka akan cukup sulit untuk mengamati hujan meteor. Jika anda tinggal di tengah perkotaan besar seperti Jakarta, Bandung, dan kota besar lain lebih baik menyaksikan di atas gedung atau bangunan tinggi karena tidak ada cahaya menganggu pengamatan.

Ketiga, engamatan hujan meteor harus dilakukan dengan cara yang nyaman jangan mengamati dengan kepala mendongak ke atas karena pasti tengkuk anda akan capek. Jadi lebih baik dengan cara tiduran sambil menatap luasnya langit menanti kilatan dari meteor. Hujan meteor juga akan muncul dari segala arah, tidak hanya di satu rasi tertentu.

Terakhir, pastikan juga cuaca saat pengamatan tidak berawan apa lagi hujan. Karena pengamatan hujan meteor harus didukung langit yang cerah agar hujan meteor bisa terlihat dengan jelas dan memuaskan. Dan jangan lupa pakai jaket agar tidak kedinginan dan bawa cemilan ringan apabila lapar melanda.

Selamat berburu meteor!
Desember 2015 Bakal Dihiasi Dua Peristiwa Hujan Meteor Desember 2015 Bakal Dihiasi Dua Peristiwa Hujan Meteor Reviewed by Riza Miftah Muharram on 12/05/2015 11:58:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.