Seberapa Dekat Kita untuk Temukan Bumi Lain di Alam Semesta?

Ilustrasi. Kredit: Shutterstock
Info Astronomy - Diperkirakan ada puluhan planet di setiap bintang, ada miliaran bintang di setiap galaksi, dan ada triliunan galaksi di alam semesta. Sangat tidak mungkin jika hanya Bumi planet yang laik huni. Para astronom sejauh ini telah berhasil menemukan planet ekstrasurya seukuran Bumi, mengorbit sebuah mirip Matahari, dan berada di zona laik huni. Tapi apakah benar-benar mirip Bumi?

Mengapa karakteristik sebuah planet ekstrasurya begitu penting? Bumi adalah satu-satunya planet yang kita kenal memiliki kehidupan, kita adalah kehidupan Bumi. Masuk akal bila jika kita ingin menemukan planet yang sama persis seperti planet kita sendiri, maka setidaknya planet tersebut berpotensi untuk kita huni, dan mungkin memiliki kehidupan luar Bumi.

Seberapa dekat kita untuk temukan Bumi lain?
Kemungkinan beberapa tahun ke depan, planet mirip Bumi bakal semakin banyak ditemukan. Sebuah planet yang benar-benar mirip Bumi. "Aku cukup yakin bahwa dalam 10 tahun ke depan, kita akan dapat memetakan beberapa bintang di langit dan mengatakan mereka diorbiti planet yang mirip Bumi dan mungkin mendukung kehidupan," kata Direktur Divisi Astrofisika NASA, Dr. Paul Hertz, seperti dilansir dari IFLScience.com.

Mengapa harus menunggu hingga 10 tahun lagi? Ini semua karena metode pencarian planet yang bisa dibilang "kuno". Sebagian besar dari 2000an planet ekstrasurya sejauh ini ditemukan dengan teleskop antariksa Kepler, yang menggunakan metode transit --sebuah metode melihat cahaya bintang yang meredup akibat adanya planet yang mengorbitnya. Intensitas peredupan bintang bahkan dapat menunjukkan ukuran planet.

Keterbatasan metode ini sangat jelas. Pertama, kita harus bergantung pada planet yang melintas di garis pandang kita yang relatif terhadap bintang. Kedua, dan yang paling penting, bagi objek yang akan dikonfirmasi sebagai planet, harus dilalui dengan tiga kali pengamatan. Sebab hal tersebut diklaim akan memperjelas periode orbit objek, dan juga mengkonfirmasi objek tersebut memang mengorbit, bukan hanya terbang lintas.

Dari metode transit teleskop antariksa Kepler, kini para ilmuwan mulai menyaring data planet yang telah ditemukan. Hasilnya, mereka mengumumkan baru-baru ini bahwa planet Kepler-186f dan Kepler-452b adalah planet mirip Bumi.

Namun, masih amat sangat data planet mirip Bumi yang bersembunyi dan belum ditemukan, bahkan banyak yang belum dikonfirmasi. Kabar baiknya, Anda dapat membantu para astronom melakukan hal ini, melalui situs Planet Hunters.

Metode transit memang bukan satu-satunya metode untuk menemukan planet-planet luar surya, para astronom juga dapat melihat efek gravitasi sebuah planet pada bintang induk mereka, yang dikenal sebagai metode kecepatan radial. Tapi sebagian besar pengamatan para astronom mengandalkan metode transit, dan akan terus melakukannya di masa depan.

Ilustrasi perbandingan Bumi (kiri) dengan Kepler-452b. Kredit: NASA
Apa yang kita cari?
Kemungkinan, ada berbagai planet yang berpotensi untuk dihuni. Mungkin ada planet di orbit yang dekat bintang induknya memiliki organisme yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Mungkin kehidupan di sekitar bintang raksasa mampu mengatasi radiasi. Atau bahkan mungkin air cair muncul di lebih banyak planet dari yang kita duga. Masalahnya adalah, kita hanya memiliki satu contoh "planet laik huni", yaitu Bumi. Jadi, masuk akal untuk mencari planet persis seperti planet kita.

"Kita sedang mencari kehidupan seperti yang kita tahu, karena ini satu-satunya bentuk kehidupan yang kita tahu dan dapat menjadi referensi untuk mencari kehidupan lainnya," kata Dr. Hertz.

Jadi, jika kita dapat menemukan sebuah planet dengan ukuran yang sama seperti Bumi, mengorbit bintang yang mirip dengan Matahari dan berada di jarak yang sama seperti Bumi, hal itu akan masuk akal untuk diasumsikan bahwa planet tersebut memiliki potensi untuk menjadi laik huni.

Contohnya, planet Kepler-452b sangat mirip Bumi, tetapi 60% lebih besar daripada Bumi. Sementara itu, Kepler-186f berukuran 10% lebih besar dari Bumi dan berada di zona laik huni, tapi bintang induknya adalah katai merah, tidak seperti Matahari. Ini yang cukup membingungkan. Belum ada yang benar-benar sama persis.

Mungkin saja planet-planet yang berbeda dari Bumi tersebut ternyata bisa dihuni. Sayangnya saat ini, kita tidak tahu batas-batas kelaikhunian. Kita bahkan tidak tahu bagaimana kehidupan bermula di planet kita sendiri.

Kesimpulan
Menemukan dan memelajari planet mirip Bumi akan menjadi prestasi besar bagi umat manusia, tapi sayangnya saat ini kita masih mengalami keterbatasan instrumen dan metode untuk hal tersebut. Tapi tidak ada yang tahu seperti apa pencarian Bumi lain di masa depan, akankah Bumi lain benar-benar kita temukan?
Seberapa Dekat Kita untuk Temukan Bumi Lain di Alam Semesta? Seberapa Dekat Kita untuk Temukan Bumi Lain di Alam Semesta? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 10/26/2015 02:12:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.