Bagaimana Lubang Hitam Bisa Terbentuk di Alam Semesta?

Ilustrasi Lubang Hitam. Kredit: NASA, Getty Images
Info Astronomy - Jenis umum Lubang Hitam di alam semesta terbentuk dari akhir kala hidup bintang-bintang tertentu, yakni sebuah bintang dengan massa 20 kali lebih besar dari massa Matahari. Jika tidak lebih dari itu, sebuah bintang hanya akan menjadi bintang katai putih, termasuk Matahari itu sendiri.

Dalam kala kehidupan bintang normal, ada sebuah gaya gravitasi yang menarik dan tekanan yang mendorong keluar pada tubuh sebuah bintang. Reaksi nuklir di inti bintang menghasilkan cukup energi untuk menahan tekanan yang mendorong keluar tersebut.

Namun, ketika bintang masif kehabisan bahan bakar nuklir, seluruh materi dalam inti bintang akan terkompresi menjadi sangat padat. Semakin besar inti sebuah bintang, semakin besar gaya gravitasi yang memadatkan materi, bintang akan runtuh dalam gravitasinya sendiri.

Setelah runtuh dalam gravitasinya sendiri, bintang masif ini akan meledak sebagai supernova. Seluruh materi dalam isi perut bintang akan menyebar, tumpah ruah, sementara inti bintangnya akan benar-benar runtuh karena gravitasinya sendiri.

Jika inti yang tersisa setelah supernova masih berukuran besar (lebih dari 2,5 kali massa Matahari), inti bintang tersebut akan menjadi sebuah Lubang Hitam. Inti bintang yang menjadi Lubang Hitam ini akan memiliki volume sama dengan nol, yang memiliki kepadatan yang tak terbatas. Inilah yang disebut singularitas.
Bagaimana Lubang Hitam Bisa Terbentuk di Alam Semesta? Bagaimana Lubang Hitam Bisa Terbentuk di Alam Semesta? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 9/17/2015 05:18:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.