Mengapa Pluto Tidak Dianggap Planet?

Mengapa Pluto Tidak Dianggap Planet?
Ilustrasi. Kredit: Mathias Pedersen
Info Astronomy - Pluto pertama kali ditemukan pada tahun 1930 oleh astronom Clyde Tombaugh di Observatorium Lowell di Arizona, AS.

Pada awalnya, para astronom telah lama meramalkan bahwa akan ada sebuah planet kesembilan dalam sistem tata surya sebelum penemuan Pluto, yang mereka sebut "Planet X."

Setelah setahun pengamatan, Tombaugh akhirnya menemukan obyek di orbit yang tepat, dan menyatakan bahwa ia telah menemukan "Planet X" tersebut.

Karena Tombaugh dan timnya telah menemukan "Planet X", mereka diberi izin untuk memberikan sebuah nama bagi penemuannya. Dan terpilihlah nama Pluto, nama yang disarankan oleh seorang gadis sekolah berusia 11 tahun di Oxford, Inggris (bukan, Pluto bukan nama salah satu karakter Disney, tapi nama salah satu dewa Romawi).

Tata Surya, setelah penemuan Pluto, secara resmi memiliki 9 planet.

Para astronom tidak yakin tentang massa Pluto hingga penemuan satelit alami terbesarnya yang diberi nama Charon pada tahun 1978. Dan setelah mengetahui massa Pluto (0,0021 Bumi), mereka bisa lebih akurat mengukur ukurannya.

Pengukuran yang paling akurat adalah, Pluto memiliki diameter 2.400 km. Yup, sangat kecil. Pluto memang kecil, tapi ia setidaknya lebih besar dari objek apa pun yang berada setelah orbit Neptunus.

Selama beberapa dekade terakhir, alih-alih menjadi satu-satunya planet yang berada setelah orbit Neptunus, Pluto (dan 5 satelit alaminya) sekarang dikenal hanya sebagai objek Sabuk Kuiper.

Para astronom memperkirakan bahwa setidaknya ada 70.000 benda es, dengan komposisi yang sama seperti Pluto, yang berukuran 100 km atau lebih di dalam Sabuk Kuiper. Dan menurut aturan baru, Pluto akhirnya tidak masuk kategori planet. Ia hanya salah satu dari objek Sabuk Kuiper.

Inilah masalahnya. Para astronom ternyata menemukan objek-objek yang lebih besar lagi dalam ukuran di Sabuk Kuiper. Seperti objek yang dinamakan 2005 FY9, ditemukan oleh astronom Caltech Mike Brown, ukurannya hanya sedikit lebih kecil dari Pluto. Dan ada beberapa objek Sabuk Kuiper lain dalam klasifikasi yang sama.

Dan pada tahun 2005, Mike Brown dan timnya telah menemukan sebuah objek, yang terletak lebih jauh dari orbit Pluto serta mungkin memiilki ukuran yang sama, atau bahkan lebih besar dengan Pluto.

Secara resmi objek tersebut bernama 2003 UB313, objek tersebut kemudian disebut Eris. Sejak penemuan Eris, astronom telah menentukan bahwa diameter Eris adalah sekitar 2.600 km. Ia juga memiliki 25% massa lebih besar dari Pluto.

Dengan Eris yang lebih besar, terbuat dari campuran es dan batu yang sama, dan lebih besar dari Pluto, konsep sembilan planet di tata surya yang kita miliki mulai berantakan. Jadi, apa itu Eris dan Pluto? Apakah masih disebut objek Sabuk Kuiper lagi?

Para astronom telah membuat keputusan akhir tentang definisi "planet" di Majelis Umum ke-XXVI dari International Astronomical Union (IAU) yang berlangsung pada 14 Agustus - 25 Agustus 2006 di Praha, Republik Ceko.

Pada akhirnya, para astronom memilih keputusan kontroversial menurunkan derajat Pluto (dan Eris) ke klasifikasi yang baru, yakni "Planet Katai" atau "Planet Kerdil" alias "Planet Mini."

Apakah Pluto planet? Apakah Pluto memenuhi syarat sebagai planet? Untuk sebuah objek yang didefinisikan sebagai planet, objek tersebut perlu memenuhi tiga persyaratan yang ditetapkan oleh IAU:

  • Mengorbit Matahari - Ya, Pluto mengorbit Matahari.
  • Cukup gravitasi untuk membentuk dirinya menjadi bulat - Pluto, sangat bulat!
  • Jalur orbitnya harus 'bersih' dari objek lain - Ah. Orbit Pluto masih kacau. Dengan ini, Pluto bukanlah planet.

Apa maksud "orbitnya harus bersih"? Sebagai planet, mereka harus menjadi satu-satunya objek yang dominan dalam orbitnya di Tata Surya. Pluto hanya memiliki 0,07 kali massa dari objek lain di orbitnya. Bumi, sebagai perbandingan, memiliki 1,7 juta kali massa daripada objek lain di orbitnya.

Setiap objek yang tidak memenuhi tiga persyaratan diatas tidak dianggap sebagai "planet", melaikan "planet kerdil". Dan Pluto adalah planet kerdil.

Poor Pluto.
Mengapa Pluto Tidak Dianggap Planet? Mengapa Pluto Tidak Dianggap Planet? Reviewed by Riza Miftah Muharram on 3/16/2015 06:04:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.