Neptunus, Planet Biru yang Misterius

Neptunus, Planet Biru yang Misterius
Planet Neptunus yang dipotret pada 26 Juni 2011 pukul 6:09 WIB. Kredit: NASA
Info Astronomy - Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) ditinjau dari Matahari. Planet ini dinamai dari dewa lautan Romawi, Dewa Neptunus.

Neptunus merupakan planet terbesar keempat berdasarkan diameter (49.530 km) dan terbesar ketiga berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripada Bumi, dan sedikit lebih besar daripada Uranus.

Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4,4 miliar km. Periode rotasi planet ini adalah 16,1 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 164,8 tahun. Simbol astronomisnya adalah ♆, yang merupakan trident dewa Neptunus.

Neptunus ditemukan pada tanggal 23 September 1846. Planet ini merupakan planet pertama yang ditemukan melalui prediksi matematika, bukan dengan pengamatan langsung.

Perubahan yang tak terduga di orbit Uranus membuat astronom Alexis Bouvard menyimpulkan bahwa hal tersebut diakibatkan oleh gangguan gravitasi dari planet yang tak dikenal.

Neptunus selanjutnya diamati oleh astronom Johann Galle dalam posisi yang diprediksikan oleh astronom Urbain Le Verrier.

Satelit alam terbesarnya, Triton, ditemukan segera sesudahnya, sementara 12 satelit alam lainnya baru ditemukan lewat teleskop pada abad ke-20.

Neptunus telah dikunjungi oleh satu wahana angkasa, yaitu Voyager 2, yang terbang melewati planet tersebut pada tanggal 25 Agustus 1989.

Komposisi penyusun planet ini mirip dengan Uranus, dan komposisi keduanya berbeda dari raksasa gas Jupiter dan Saturnus.

Atmosfer Neptunus mengandung hidrogen, helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen, dan kandungan "es" yang besar seperti es air, amonia, dan metana.

Astronom kadang-kadang mengategorikan Uranus dan Neptunus sebagai "raksasa es" untuk menekankan perbedaannya. Tidak seperti Jupiter dan Saturnus yang merupakan "raksasa gas".

Seperti Uranus, interior Neptunus terdiri dari es dan batu. Metana di wilayah terluar planet merupakan salah satu penyebab kenampakan kebiruan Neptunus.

Sementara atmosfer Uranus relatif tidak berciri, atmosfer Neptunus bersifat aktif dan menunjukkan pola cuaca.

Contohnya, pada saat Voyager 2 terbang melewatinya pada tahun 1989, di belahan selatan planet terdapat Titik Gelap Besar yang mirip dengan Titik Merah Besar di Jupiter.

Pola cuaca tersebut diakibatkan oleh angin yang sangat kencang, dengan kecepatan hingga 2.100 km/jam. Karena jaraknya yang jauh dari Matahari, atmosfer luar Neptunus merupakan salah satu tempat terdingin di Tata Surya, dengan suhu terdingin −218 °C.

Suhu di inti planet diperkirakan sebesar 5.000 °C. Neptunus memiliki sistem cincin yang tipis. Sistem cincin tersebut baru dilacaktemu pada tahun 1960-an dan dipastikan keberadaannya oleh Voyager 2 pada tahun 1989.

Fakta menarik
Dari saat ditemukannya hingga Anda membaca artikel ini, Neptunus baru satu kali menyelesaikan orbitnya mengelilingi Matahari. Sedangkan Bumi sudah 168 kali.
Neptunus, Planet Biru yang Misterius Neptunus, Planet Biru yang Misterius Reviewed by Riza Miftah Muharram on 8/29/2014 01:18:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.