Menjelang Puncak Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor. Kredit: Mike Black/NASA
Info Astronomy - Mulai tengah malam ini, 22 April 2016, hujan meteor Lyrid akan mencapai puncak aktivitasnya. Pada puncak inilah saat terbaik mengamati hujan meteor Lyrid. Apakah akan terlihat di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Hujan meteor Lyrid dapat terjadi karena pada rentang tanggal 16 hingga 25 April, Bumi kita melintasi bekas orbit komet C/1861 G1 (Thatcher), debris yang ditinggalkan sang komet memasuki atmosfer Bumi sehingga terbakar dan menjadi meteor.

Hujan meteor Lyrid memiliki titik radian di rasi bintang Lyra. Hujan meteor ini bisa diamati selepas tengah malam, di saat keadaan langit sudah benar-benar gelap, dan berlangsung hingga menjelang Matahari terbit.

Intensitas hujan meteor Lyrid akan mencapai 20-50 meteor per jam (ZHR) pada puncaknya. Tapi Anda mungkin akan melihat lebih sedikit meteor tahun ini karena puncak aktivitas Lyrid berdekatan dengan fase Bulan Purnama. Cahaya Rembulan yang terang bisa meredupkan meteor-meteor kecil yang lewat.

Peristiwa astronomis yang satu ini tidak berbahaya. Meteor yang berasal dari puing-puing komet akan terbakar di atmosfer Bumi dan akan habis sebelum ke permukaan. Ukurannya juga hanya sebesar kerikil.

Tidak memiliki teleskop? Jangan khawatir. Mengamati hujan meteor tidak butuh teleskop. Cukup dengan mata telanjang, gunakan baju hangat sambil tiduran menatap langit malam. Hujan meteor Lyrid dapat diamati di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selamat mengamati!
Menjelang Puncak Hujan Meteor Lyrid Menjelang Puncak Hujan Meteor Lyrid Reviewed by Riza Miftah Muharram on 4/21/2016 02:00:00 PM Rating: 5

1 komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.