Batas Zona Laik Huni Sistem Keplanetan

Batas Zona Laik Huni Sistem Keplanetan
Ilustrasi suasana planet mirip Bumi. Kredit: Nature
Info Astronomy - Bumi! Rumah bagi manusia. Seandainya Bumi berada sedikit saja lebih dekat dengan Matahari, maka tak pelak ia akan mengalami efek rumah kaca yang kebablasan.

Itulah hasil dari simulasi model iklim untuk mengetahui apakah sebuah planet ramah terhadap kehidupan atau tidak.

Pertanyaan menarik yang coba dijawab dalam pemodelan yang dibuat oleh Jérémy Leconte dari Pierre Simon Laplace Institute, Paris, adalah dimana batas dalam zona laik huni di sebuah sistem bintang.

Hasilnya cukup menarik. Pemodelan tiga dimensi yang dikerjakan Leconte memperluas batasan zona Goldilocks atau zona laik huni di sistem Tata Surya.

Dalam penelitiannya, Leconte menemukan kalau batas dalam zona laik huni adalah 0,95 AU atau sekitar 142 juta km, sedikit lebih besar dari penelitian sebelumnya yakni 0,99 AU atau sekitat 148,5 juta km.

Artinya jika Bum bergeser sampai jarak 0,95 AU dari Matahari, ia akan baik-baik saja. Tapi jika ia bergeser lebih dekat lagi maka indahnya kehidupan di Bumi akan berubah jadi petaka yang tak kunjung berakhir!

Nasibnya akan sama dengan Venus atau dengan kata lain Bumi akan mengalami efek rumah kaca yang sangat berlebihan. Kita sebut saja efek rumah kaca kebablasan saking parahnya!

Apa itu efek rumah kaca yang kebablasan dan bagaimana ia bisa terjadi? Kehidupan yang kita kenal saat ini adalah kehidupan yang bergantung pada air.

Tanpa air kehidupan tidak akan bertahan. Air dalam wujud cair dan bukan es (air yang padat) atau uap air. Artinya kehilangan air akan mempengaruhi kemampuan Bumi dalam mempertahankan kehidupan di dalamnya.

Bumi yang diprediksi bakal semakin panas. Kredit: Jeremy Leconte
Bumi memang tidak akan tiba-tiba berpindah begitu saja mendekati Matahari. Setidaknya tidak dalam jangka waktu pendek.

Tapi di masa depan ketika Matahari berevolusi, ketika ia mengembang dan meskipun Matahari jadi lebih dingin tapi bagi Bumi tidaklah demikian.

Dari sudut pandang Bumi, Matahari akan jadi lebih terang dan lebih panas karena Matahari yang mengembang, permukaannya akan lebih dekat ke Bumi.

Pada saat itulah “pergeseran batas dalam” zona laik huni akan memberi dampak. Jika batas dalam zona laik huni 0,99 AU maka dalam waktu 150 juta tahun dari sekarang Bumi akan mulai kehilangan lautan.

Tapi dengan batas dalam 0,95 AU, Bumi baru akan mulai kehilangan lautan 1 milyar tahun lagi. Artinya kehidupan akan dapat bertahan lebih lama di Bumi.

Setidaknya jarak yang baru yang semakin dekat Matahari tersebut akan memberi waktu bagi Bumi dan kehidupan di dalamnya.

Tapi seandainya Bumi berada lebih dekat ke Matahari di luar batas dalam zona laik huni apa yang akan terjadi? Panas yang diterima akan terperangkap dalam uap air seperti atmosfer karbon dioksida.

Saat Bumi jadi lebih panas, maka jumlah air yang akan mengalami penguapan akan semakin banyak dan meningkat memicu terjadinya efek rumah kaca.

Semakin banyak panas yang terperangkap maka terjadilah efek rumah kaca yang berlebihan yang menghabiskan lautan di Bumi.

Berbeda dari pemodelan sebelumnya yang dilakukan para ilmuwan, pemodelan tiga dimensinya, Leconte memperhitungkan juga awan dan sirkulasi atmosfer. Pemodelan yang dibuat Jérémy Leconte dilakukan untuk atmosfer planet yang panas dan lembab.

Jika dalam pemodelan sebelumnya, peningkatan panas menciptakan dominasi awan pada ketinggian rendah yang jadi penyeimbang untuk mendinginkan permukaan planet.

Maka dalam simulasi yang dikembangkan Leconte, pembentukan awan justru bergeser ke ketinggian yang lebih tinggi saat planet mengalami pemanasan.

Awan cirrus yang terbentuk memiliki kecenderungan memerangkap panas, yang memicu semakin banyak penguapan dan mempercepat terjadinya efek rumah kaca.

Siklus tersebut terjadi karena sirkulasi skala besar atmosfer yang menciptakan area bebas awan pada area ketinggian menengah yang menyebabkan pemanasan pada permukaan diradiasikan kembali ke angkasa.

Meskipun batas dalam zona laik huni jadi lebih luas tapi menurut Andrew Howard dari Universitas Hawaii di Manoa, Honolulu, tidaklah demikian.

Dalam penelitiannya di awal tahun 2013, disimpulkan 22% bintang serupa Matahari akan memiliki planet batuan dan berada di area laik huni.

Penelitian Howard menempatkan batas dalam zona laik huni jauh lebih luas dibanding Leconte. Menurut Andrew Howard, batas dalam zona laik huni berada pada jarak 0.5 AU atau 50% dari jarak Matahari-Bumi.

Dan efek rumah kaca kebablasan ini tidak akan menjadi ancaman bahkan bagi planet yang memiliki air terbatas.

Meskipun demikian, James Kasting dari Penn State University justru menyatakan kalau kemungkinan planet laik huni hanya setengah dari 22% artinya jauh lebih sedikit dari angka yang diberikan Howard.

Disadur dari langitselatan.com

Batas Zona Laik Huni Sistem Keplanetan Batas Zona Laik Huni Sistem Keplanetan Reviewed by Riza Miftah Muharram on 4/19/2014 03:09:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.