5 Maret 2014, Jakarta Tanpa Bayangan Matahari

5 Maret 2014, Jakarta Tanpa Bayangan Matahari
Matahar di langit Jakarta (4/3). Kredit: Riza Miftah Muharram
Info Astronomy - Matahari adalah bintang yang bergerak semu di langit Bumi. Sepanjang tahun, benda langit ini menempuh perjalanan mondar-mandir dari utara ke selatan.

Perjalanan matahari itu disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang edar Matahari. Kemiringan sebesar 23,5 derajat inilah yang membuat tampak berayun sepanjang tahun Matahari.

Selama perjalanan tersebut, Matahari menyinggahi berbagai kota di Bumi. Persinggahan dilakukan bergilir sesuai posisi lintang kota di bola Bumi.

Pontianak, misalnya, yang berada pada lintang 0 derajat, mendapat kesempatan disinggahi Matahari sebanyak dua kali dalam setahun.

5 Maret 2014, Jakarta Tanpa Bayangan Matahari
Peta hari tanpa bayang-bayang Matahari. Kredit: Muh. Marufin Sudibyo
Foto di atas adalah peta sederhana tentang tanggal dan jam kejadian hari tanpa bayang-bayang Matahari di seluruh Indonesia, semenjak 28 Februari hingga 4 April 2014.

Sumbu datar menunjukkan titik-titik koordinat yang mengalami hari tanpa bayang-bayang Matahari pada tanggal yang sama, sebaliknya sumbu tegak (garis putus-putus) menunjukkan titik-titik koordinat yang mengalami peristiwa tersebut pada jam yang sama (dalam WIB).

Garis tanggal 5 Maret 2014 dan garis jam 12 WIB berpotongan pada satu titik di sebelah timur Jakarta, nampaknya di perairan pesisir Karawang (Jawa Barat).

Sehingga titik tersebut mengalami hari tanpa bayang-bayang Matahari pada 5 Maret 2014 pukul 12:00 WIB. Sementara DKI Jakarta mengalami hal yang sama pada sekitar pukul 12:04 WIB.

Apa dan Bagaimana
Lenyapnya bayangan benda terjadi karena perspektif pencahayaan. Sumber cahaya yang berada di atas benda seperti tabung atau balok maka bayangan akan jatuh di alasnya.

Jika sumber cahaya bergeser sedikit saja, bayangan akan bergeser keluar dari alas. Bayangan serta-merta terbentuk.

"Pada hari tanpa bayangan, Matahari persis di atas kepala sehingga bayangan jatuh di bawah bangunan," kata Profesor Thomas Djamaludin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Karena jatuh di bawah benda, bukan berarti bayangan benar-benar menghilang. Jika benda tersebut memiliki penampang alas lebih kecil ketimbang penampang atas, maka bayangan tetap bisa terlihat. Hal ini bisa diamati pada pohon.

Saat matahari tepat di titik tertinggi langit Jakarta pada Rabu, 5 Maret 2014 nanti, rimbun daun pepohonan akan menghasilkan bayangan di tanah.

Karenanya, bayangan tak benar-benar menghilang pada hari Rabu nanti di Jakarta.
5 Maret 2014, Jakarta Tanpa Bayangan Matahari 5 Maret 2014, Jakarta Tanpa Bayangan Matahari Reviewed by Riza Miftah Muharram on 3/04/2014 02:35:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.