Komet ISON: 10 Hari Menuju Perihelion

Komet ISON: 10 Hari Menuju Perihelion
Komet Lovejoy 2011 di perihelion. Kredit: NASA
Info Astronomy - Komet ISON, komet paling populer tahun ini akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari tepat 10 hari lagi. Dalam astronomi, fenomena ini disebut perihelion.

Komet ISON akan berada di atas Matahari pada 28 November 2013, jika es di inti komet bisa bertahan maka komet ISON akan memiliki ekor yang panjang dan dengan mudah diamati dengan mata telanjang.

Setelah gagal mendapat predikat "Komet Abad Ini" karena magnitudonya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan para astronom, komet ISON justru memiliki dua ekor.

Ekor yang baru "tumbuh" dari komet ISON sendiri merupakan ekor gas atau ekor ion. Ekor ini terjadi karena kandungan beragam senyawa volatil yang menguap kala komet semakin dekat dengan Matahari. Salah satu gas utama penyebab ekor gas adalah karbon monoksida.

Ekor gas dan ekor debu memiliki karakteristik berbeda. Ekor debu biasanya lurus, sementara ekor gas bisa berbentuk tak beraturan karena interaksinya dengan angin Matahari.

Ekor debu selalu mengarah menjauhi Matahari, berada di belakang komet. Sementara itu, ekor gas tak selalu demikian.

Saat ini, jika Anda bangun sebelum subuh, cobalah amati komet ISON yang ada di langit Timur. Anda bisa mengamatinya sampai Matahari terbit.

Untuk mengingatkan, komet ISON ditemukan pada 24 September 2012 lalu oleh astronom asal Rusia, Vitali Nevski dan Artyom Novichonok. Mereka menemukannya lewat International Scientific Optical Network.

Ikuti perkembangan topik komet ISON di link ini.
Komet ISON: 10 Hari Menuju Perihelion Komet ISON: 10 Hari Menuju Perihelion Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/18/2013 11:54:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.