Penjelasan Ilmiah Penyebab Objek Alam Semesta Berbentuk Bulat

Penjelasan Ilmiah Penyebab Objek Alam Semesta Berbentuk Bulat
Ilustrasi jika Bumi berbentuk kubus. Kredit: Space Daily
Info Astronomy - Pernahkan terbesit di pikiran Anda tentang kenapa Bumi, Bulan, planet, bintang, meteor semuanya berbentuk bulat? Dan kenapa hanya asteroid yang bentuknya tidak beraturan?

Teori Big Bang adalah sebuah pemikiran ilmuwan tentang proses terbentuknya alam semesta. Alam semesta tercipta dari peristiwa Big Bang (Dentuman Besar), Dentuman Besar merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.

Berdasarkan permodelan Dentuman Besar, alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, lalu mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Seiring berjalanya waktu terbentuklah bintang, planet, dan benda-benda langit lainnya seperti dunia yang kita lihat saat ini.

Bukankah seharusnya benda yang meledak bentuknya tidak beraturan? Kenapa sekarang jadi bulat? Ada dua kemungkinan penyebab serpihan-serpihan tersebut berubah menjadi bulat.

Gaya Gravitasi
Gravitasi adalah gaya tarik setiap objek pada objek lainnya. Karena gravitasi itu pula, benda-benda langit lainnya tetap berada di tempatnya, tidak terbang ke sana ke mari. Lalu apa hubungan antara gravitasi dengan bentuk benda langit yang bulat itu?

Planet-planet di Tata Surya terbentuk dari tabrakan serpih-serpih material. Ketika planet-planet yang baru tumbuh itu bertambah besar, gravitasi mereka cenderung menarik masuk serpihan-serpihan material yang lebih kecil. Kemudian serpihan-serpihan material itu dipipihkan. Proses ini berlangsung terus-menerus sehingga terbentuklah sebuah planet yang berbentuk bulat.

Tapi kenapa asteroid tidak bulat? Semua objek akan turun ke gravitasinya. Salah satu efek massa adalah bahwa hal itu menarik massa lainnya. Untuk benda-benda kecil, seperti komputer Anda, mobil Anda, dan bahkan sebuah bangunan, gaya gravitasi lebih kecil. Tapi bila Anda memiliki jutaan, bahkan triliunan ton massa, efek gravitasi akan benar-benar besar. Semua massa menarik semua massa lainnya, dan akan mencoba untuk membuat bentuk yang paling efisien yaitu bola.

Untuk objek yang lebih kecil, seperti asteroid, gaya gravitasinya tidak cukup untuk membentuk tubuhnya menjadi bentuk bola, karena massanya juga kecil. Tapi begitu objek ini mendapatkan massa tertentu, kekuatan objek tidak dapat menghentikan gaya gravitasi dari menariknya ke dalam bentuk sebuah bola. Objek yang lebih besar dari diameter 1.000 km mampu menarik diri menjadi sebuah bola.

Rotasi
Seluruh objek yang ada di alam semesta ini berotasi, seperti planet, bintang, galaksi bahkan lubang hitam yang ada dilangit selalu bergerak berputar dengan sudut putaran yang tidak stabil namun konstan. Selain berputar, objek-objek langit tersebut juga melakukan revolusi yaitu bergerak mengelilingi benda lainnya yang memiliki massa yang lebih besar (contohnya Bumi mengelilingi Matahari) dan proses revolusi ini selalu berbentuk bulat atapun ellips.

Dari gerakan inilah muncul energi ataupun benturan-benturan fisika yang menyebabkan objek-objek langit itu sendiri yang awalnya bentuknya tidak beraturan berubah menjadi bulat. Seandainnya ada objek langit yang gerakannya zig-zag, tidak beraturan, tentu saja bentuk benda langit tersebut tidak bulat.
Penjelasan Ilmiah Penyebab Objek Alam Semesta Berbentuk Bulat Penjelasan Ilmiah Penyebab Objek Alam Semesta Berbentuk Bulat Reviewed by Riza Miftah Muharram on 11/07/2015 04:30:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.