Peta Lintasan Gerhana Matahari 10 Mei 2013

Peta Lintasan GMS. Kredit: Ma'rufin Sudibyo
Info Astronomy — Berikut adalah peta lintasan gerhana Matahari pada Jumat pagi 10 Mei 2013 besok di Indonesia. Gerhana Matahari ini adalah bagian dari seri Saros 138 untuk Matahari.

Seri Saros 138 untuk Matahari merupakan seri Gerhana Matahari dengan konfigrasi yang nyaris sama dan berulang setiap 18,3 tahun sekali, yang telah berlangsung sejak 6 Juni 1472 dan baru berakhir dalam 11 Juli 2176 mendatang atau berdurasi 1.244,08 tahun.

Seri Saros 138 untuk Matahari mengandung 70 Gerhana Matahari yang terdiri dari 3 Gerhana Matahari Total, 50 Gerhana Matahari Cincin, 16 Gerhana Matahari Sebagian dan 1 Gerhana Matahari Campuran. Gerhana Matahari 10 Mei 2013 merupakan Gerhana Matahari Cincin dan adalah gerhana Matahari ke-31 dalam seri Saros 138 untuk Matahari ini.

Menurut astronom amatir Ma'rufin Sudibyo, lintasan antumbra (bayangan inti) Gerhana Matahari Cincin 10 Mei 2013 hanya berada di daratan Australia bagian utara. Hanya di lintasan inilah Matahari bakal terlihat sebagai cincin api saat puncak gerhana.

Sementara zona penumbra (bayangan tambahan) merentang di segenap Australia, sebagian Asia Tenggara (Indonesia dan Filipina) dan perairan Samudera Pasifik. Pada zona penumnbra Gerhana Matahari ini hanya akan terlihat sebagai Gerhana Matahari Sebagian.

Di Indonesia zona penumbra mencakup sekitar 80 % luas wilayah negeri ini. Hanya sebagian pulau Sumatra yang mencakup seluruh propinsi Aceh, seluruh propinsi Sumatra Utara, seluruh propinsi Sumatra Barat dan sebagian propinsi Riau saja yang tak tercakup dalam zona penumbra.

Keterangan peta :
  • Garis P1 merupakan garis yang menghubungkan titik-titik dimana Matahari terbit tepat pada saat gerhana dimulai (awal kontak penumbra).
  • Garis puncak adalah garis yang menghubungkan titik-titik dimana Matahari terbit tepat pada saat puncak gerhana terjadi.
  • Garis P4 adalah garis penghubung titik-titik dimana Matahari terbit tepat pada saat gerhana berakhir (akhir kontak penumbra).
  • Garis 20 % merupakan garis yang menghubungkan titik-titik yang pada saat puncak gerhana terjadi mengalami situasi dimana 20 % cakram Matahari tertutupi bundaran Bulan. Hal yang sama berlaku pula bagi garis 40 %, garis 60 % dan garis 80 %.
Patokan :
  • Daerah-daerah yang terletak di sebelah kiri (di sebelah barat) garis P4 tidak mengalami gerhana sama sekali.
  • Daerah-daerah yang terletak di antara garis P4 dan garis Puncak adalah daerah-daerah yang tidak menjumpai puncak gerhana namun masih mengalami gerhana hingga kontak akhir penumbra.
  • Daerah-daerah yang terletak di antara garis Puncak dan garis P1 adalah daerah-daerah yang menjumpai puncak gerhana dan mengalami gerhana hingga kontak akhir penumbra.
  • Daerah-daerah yang terletak di sebelah kanan (di sebelah timur) garis P1 adalah daerah-daerah yang menjumpai gerhana dalam seluruh tahapnya sejak awal hingga akhir.
Durasi gerhana :
  • Secara umum gerhana terjadi sejak pukul 05:30 WIB hingga 09:20 WIB.
  • Hanya saja karena peristiwa ini adalah Gerhana Matahari, durasi tersebut tidak berlaku umum sehingga masing-masing tempat memiliki durasinya sendiri-sendiri yang sangat bervariasi. Itu pun masih dibatasi oleh waktu terbitnya Matahari yang berbeda-beda.
  • Contoh: bagi Jakarta (terletak di antara garis P4 dan puncak) gerhana bisa dinikmati sejak pukul 05:54 WIB (saat Matahari terbit) hingga pukul 06:25 WIB (durasi 31 menit).
  • Contoh: bagi Samarinda (terletak di antara garis Puncak dan P1) gerhana bisa dinikmati sejak pukul 06:05 WITA (saat Matahari terbit) hingga pukul 07:29 WITA (durasi 84 menit).
  • Contoh: bagi Jayapura (terletak di sisi kanan garis P1) gerhana bisa dinikmati sejak pukul 06:37 WIT hingga pukul 09:21 WIT (durasi 2 jam 44 menit).

Cara penggunaan peta :
  • Tentukan titik lokasi anda dalam peta.
  • Tentukan lokasi tersebut berada di sebelah mana terhadap garis P4, Puncak ataupun P1.
  • Tentukan lokasi tersebut berada di sebelah mana terhadap garis 20 %, 40 % atau 60 %.

Contoh :
  • Lokasi : Denpasar (Bali).
  • Posisi : di antara garis Puncak dan P1, sehingga tidak mengalami seluruh tahap gerhana namun menjumpai puncak gerhana hingga akhir gerhana (puncak gerhana terjadi setelah Matahari terbit di Denpasar).
  • Posisi : di antara garis 40 % dan 60 % sehingga pada saat puncak gerhana, persentase penutupan cakram Matahari oleh bundaran Bulan di Denpasar mencapai sekitar 50 %.
Cara menyaksikan Gerhana Matahari secara aman

Mungkin kita tidak benar-benar dapat mengalami kebutaan dengan melihat gerhana. Namun, menyaksikan gerhana tanpa perlindungan yang tepat bisa meninggalkan kerusakan permanen pada penglihatan anda.

Satu-satunya cara yang aman untuk melihat gerhana, adalah dengan menggunakan filter matahari yang dirancang khusus, yang banyak tersedia di toko-toko teleskop, atau memakai kacamata tukang las yang tersedia di toko-toko khusus pengelasan.

Jika kita tidak bisa mendapatkan semua peralatan di atas, kita masih dapat melakukan pengamatan gerhana matahari dengan aman menggunakan efek "Pinhole", yaitu dengan membuat sebuah lubang kecil di atas sepotong karton atau kertas kemudian kita dapat melihat gerhana melalui lubang tersebut. Atau juga dapat digunakan metode melihat gerhana secara tidak langsung dengan cara memproyeksikan bayangan matahari di tanah atau di layar.

Referensi: Ma'rufin Sudibyo
Peta Lintasan Gerhana Matahari 10 Mei 2013 Peta Lintasan Gerhana Matahari 10 Mei 2013 Reviewed by Kontributor on 5/09/2013 08:15:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.