Mengenal Baju Astronot yang Ternyata Sangat Berat



Info Astronomy — Baju astronot atau space suit harus mampu menyimpan Oksigen. Sebagai catatan, di dalam space suit udaranya hanya Oksigen saja.

Selain itu, space suit juga harus bisa menjaga tekanan udara seperti di muka Bumi. Karena kalau tidak, cairan dalam tubuh kita bisa menguap keluar dari tubuh. Tentu saja nyawa bakal hilang kalau hal itu terjadi. Space suit ini pun harus bisa mempertahankan suhu yang mampu diterima tubuh manusia.

Saat astronot langsung kena sinar matahari, maka space suit harus mampu menahan panas sekitar 12 derajat Celcius. Karena itu space suit seperti yang sering kita lihat warnanya putih. Namun, ketika tidak kena sinar matahari misalnya, kena bayangan bumi atau bulan, maka space suit harus bisa menahan udara yang dinginnya sekitar -160 derajat Celcius. Caranya bagaimana?

Ternyata di dalam baju astronot itu ada pipa-pipa air yang mampu memertahankan suhu udara normal.

Kemampuan lain dari space suit adalah harus bisa menahan hujan meteorid-meteorid mikro yang mungkin sebesar butiran pasir. Meski sekecil itu, kecepatan partikel ini bisa sampai sekitar 102,400 km/jam. Sehingga mungkin bisa merobek kain dan melukai badan.

Pipis di dalam

Sebuah space suit yang komplit disebut dengan istilah pressure garment assembly (PGA) atau kalau diterjemahkan bebas menjadi pakaian yang extravehicular space suit (digunakan untuk di luar pesawat ruang angkasa) dan intravehicular space suit.

Kalau kita amati, extravehicular space suit, sang astronot tampak menggendong ransel. Ransel yang disebut sebagai portable life support system ini berisi Oksigen, tenaga listrik, alat komunikasi dan cairan pendingin.

Sementara itu, intravehicular space suit antara lain terdiri dari pakaian tetap yang selalu menempel di tubuh astronot (pakaian ini diganti dengan pakaian yang ada cairan pendinginnnya jika space suit akan digunakan untuk di luar pesawat ruang angkasa). Lalu ada biomedical belt, alat untuk mengumpulkan pipis (jadi astronot pipis di dalam space suit), helm bertekanan udara, sarung tangan bertekanan udara, bagian khusus di dada, dan alat-alat komunikasi juga kamera di dekat helm.

Jika akan dipakai untuk di luar pesawat ruang angkasa (extravechicular space suit), maka perlu ditambahi- extravehicular visor (pelindung kaca helm), sarung tangan extravehicular, sepatu khusus dan penutup yang mampu menutup seluruh sambungan di bagian depan atas.

Wah, banyak sekali ya bagian-bagian space suit itu. Jika dipakai lengkap, termasuk portable life support system-nya, berat space suit ini sekitar 81,6 kg! Tentu saja orang yang memakai ini di muka bumi bakal susah bergerak. Namun, karena dipakai di luar angkasa yang gaya gravitasinya kecil, maka space suit tadi jadi terasa ringan.

Sudah sewajarnya bila space suit tampak keren. Bagaimana tidak, kekerenannya mesti diimbangi oleh kemampuan pemakainya yang sungguh-sungguh dalam menggapai cita-citanya; menjadi seorang astronot.
Mengenal Baju Astronot yang Ternyata Sangat Berat Mengenal Baju Astronot yang Ternyata Sangat Berat Reviewed by Kontributor on 3/22/2013 05:35:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.